SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi penyumbang investor pasar modal terbesar kedua di Kalimantan Tengah setelah Kota Palangka Raya.

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah mencatat jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Kotim mencapai 14.146 orang.

Jumlah tersebut setara sekitar 17,5 persen dari total investor pasar modal di Kalimantan Tengah.

Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan jumlah investor saham dan surat berharga lainnya di Kalimantan Tengah terus meningkat.

Pada Januari 2026, jumlah investor tercatat sebanyak 74.792 orang dan naik menjadi 80.666 orang pada April 2026.

“Kabupaten Kotawaringin Timur turut berkontribusi signifikan dengan 14.146 investor atau sekitar 17,5 persen dari total investor di Kalimantan Tengah, menjadikannya sebagai daerah dengan jumlah investor terbesar kedua setelah Kota Palangka Raya,” katanya di Palangka Raya, Selasa, 30 Juni 2026.

Primandanu menjelaskan OJK terus menggiatkan sosialisasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui sekolah pasar modal bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia atau BEI maupun perguruan tinggi.

Sepanjang 2026, OJK bersama para pemangku kepentingan telah melaksanakan 17 kegiatan edukasi pasar modal.

Kegiatan tersebut menjangkau 5.455 peserta di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur.

Salah satu kegiatan terbaru yakni sekolah pasar modal yang digelar di Universitas Darwan Ali atau Unda Kotawaringin Timur.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa.

Rektor Universitas Darwan Ali, Wendy Kesuma, mengapresiasi pelaksanaan edukasi pasar modal tersebut.

Menurutnya, kegiatan itu memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi keuangan dan investasi yang legal, sehingga mampu mengambil keputusan keuangan lebih bijak dan terencana,” katanya.

Dalam kegiatan edukasi tersebut, Manajer OJK Kalimantan Tengah, Ika Budhi Pratiwi, menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan penipuan keuangan.

Sementara itu, Deputi Kepala BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana, memberikan edukasi terkait pasar modal dan instrumen investasi.

OJK berharap edukasi yang terus diperluas dapat mendorong pertumbuhan investor yang lebih berkualitas dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap investasi legal di pasar modal.