BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Seruyan pada minggu keempat Juni 2026 tercatat sebesar 2,40. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan strategis, khususnya cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti secara virtual oleh Staf Ahli Bupati Seruyan, Muliadi dari Ruang Rapat Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Seruyan, Senin, 29 Juni 2026.
Dalam pemaparan perkembangan harga, Kabupaten Seruyan mencatat IPH sebesar 2,40, dengan tiga komoditas utama penyumbang kenaikan harga, yakni cabai rawit dengan kontribusi sebesar 0,9752, cabai merah sebesar 0,9096, dan bawang merah sebesar 0,6253.
Dari ketiga komoditas tersebut, bawang merah tercatat sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada pekan berjalan dengan status mengalami kenaikan.
Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat apabila tidak segera diantisipasi.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi daerah.
Berbagai langkah strategis akan terus dioptimalkan, mulai dari menjaga kelancaran distribusi barang, memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok, hingga memperkuat pemantauan perkembangan harga di pasar.
Selain pengendalian inflasi, rakor juga membahas kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan ketersediaan bahan pangan. (FAHRUL/y)









