BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan penyaluran kredit ke sektor produktif, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, pertanian, perkebunan, serta perikanan.
Kepala OJK Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan penyaluran kredit ke sektor produktif memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sektor konsumtif.
Proses penyalurannya membutuhkan analisis yang lebih mendalam dan penerapan prinsip kehati-hatian sehingga memerlukan waktu yang lebih panjang.
"Ini bukan berarti sektor produktif tidak menjadi prioritas. Karakteristiknya memang berbeda sehingga proses penyalurannya membutuhkan waktu yang lebih lama karena harus dilakukan secara hati-hati," ujarnya saat Media Update Triwulan II 2026 Batang Garing pada Selasa sore, 30 Juni 2026.
OJK secara konsisten mendorong seluruh lembaga jasa keuangan agar memperbesar pembiayaan ke sektor-sektor yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program dan koordinasi bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Ia menjelaskan, salah satu program yang sedang didorong secara nasional adalah pengembangan ekosistem ekonomi desa, khususnya pada sektor kelautan dan perikanan yang dikaitkan dengan penguatan koperasi serta nelayan.
Di Kalimantan Tengah, proyek percontohan saat ini tengah dikembangkan di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat.
OJK bersama para pemangku kepentingan telah melakukan pemetaan potensi ekonomi desa untuk mengidentifikasi sektor yang layak didukung pembiayaan.
"Hasil identifikasi menunjukkan potensi yang cukup besar. Selain sektor perikanan, di sana juga terdapat pengembangan peternakan yang dapat didukung oleh lembaga jasa keuangan melalui pembiayaan produktif," katanya.
Selain sektor kelautan, OJK juga terus mendorong pengembangan pembiayaan pada sektor pertanian dan perkebunan melalui berbagai program pengembangan ekonomi daerah.
Menurutnya, perkembangan pembiayaan sektor produktif di Kalimantan Tengah menunjukkan tren yang positif.
Primandanu menambahkan, capaian tersebut juga didukung peran Bank Kalteng yang berhasil menjadi salah satu bank pembangunan daerah dengan penyaluran kredit produktif terbaik secara nasional.
"Kalau dilihat secara nasional, Bank Kalteng bahkan sudah masuk jajaran 10 besar BPD dengan penyaluran kredit produktif terbesar. Ini menjadi capaian yang sangat baik dan diharapkan terus meningkat ke depan," tutupnya.(TESTI PRISCILLA/m)









