PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul kebijakan pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi belakangan ini.

Pemerintah kota mengkhawatirkan adanya ketidakstabilan arus pasokan saat listrik kembali menyala, yang berisiko memicu kerusakan hingga kebakaran.

Fairid menyampaikan, situasi pemadaman bergilir menuntut masyarakat untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam mengelola penggunaan perangkat elektronik di rumah.

Lonjakan arus (voltase) yang tiba-tiba saat listrik menyala kembali dinilai menjadi salah satu pemicu utama kegagalan sistem instalasi atau hubungan arus pendek.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak abai. Ketika terjadi pemadaman, langkah pertama yang paling aman adalah mencabut steker atau colokan peralatan elektronik yang sensitif," katanya, Rabu, 1 Juli 2026.

Selain mencabut perangkat elektronik besar, Wali Kota juga mengingatkan warga agar memastikan tidak ada kabel atau instalasi listrik di dalam rumah yang dibiarkan menumpuk pada satu titik stopkontak.

Penumpukan beban listrik secara berlebihan berpotensi menimbulkan panas berlebih (overheating) yang dapat melelehkan lapisan pelindung kabel dan memicu percikan api.

Fairid berharap masyarakat dapat bekerja sama dan saling mengingatkan antar tetangga selama masa pemulihan jaringan listrik oleh pihak PLN.

Dengan meningkatkan kewaspadaan mandiri, diharapkan risiko kerugian material maupun ancaman keselamatan jiwa akibat bahaya kebakaran kelistrikan di Kota Palangka Raya dapat ditekan seminimal mungkin. (HENDRI)