PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan bahwa jajaran petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) kini dalam kondisi siaga penuh.

"Langkah ini diambil sebagai respons cepat mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran akibat ketidakstabilan arus listrik yang terjadi belakangan ini," katanya, Rabu, 1 Juli 2026.

Kondisi kelistrikan di wilayah Palangka Raya memang tengah mengalami gangguan, ditandai dengan tegangan arus listrik naik-turun serta adanya kebijakan pemadaman bergilir oleh pihak PLN.

Fenomena ini dinilai meningkatkan risiko terjadinya korsleting atau hubungan arus pendek listrik pada bangunan warga.

Fairid menegaskan, kesiapsiagaan personel Damkar sangat krusial agar mereka dapat bergerak cepat dan meminimalkan dampak jika sewaktu-waktu terjadi musibah kebakaran.

Pemerintah kota tidak ingin kecolongan dan berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah situasi darurat energi ini.

"Kami telah menginstruksikan seluruh petugas Damkar untuk standby 24 jam dan mempercepat respons time jika ada laporan dari warga," ujar Fairid.

Selain menyiagakan petugas dan armada pemadam, Wali Kota juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di rumah masing-masing. Warga diminta untuk memeriksa kembali instalasi listrik dan mencabut alat elektronik yang tidak digunakan saat pemadaman terjadi.

Pemerintah Kota Palangka Raya juga terus berkoordinasi dengan PLN untuk memantau perkembangan perbaikan jaringan listrik. Diharapkan, kesiapan dari hulu ke hilir ini dapat menekan potensi kelalaian dan mencegah kerugian materil maupun korban jiwa akibat kebakaran. (HENDRI/R)