BORNEONEWS, Pulang Pisau – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pulang Pisau memberikan penjelasan terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pulang Pisau.
Pemadaman dilakukan akibat penurunan pasokan daya pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan sehingga diperlukan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem.
Manager ULP Pulang Pisau, Apryanto Redyana, mengatakan penurunan pasokan daya berasal dari sejumlah pembangkit yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan.
"Dalam kondisi seperti ini memang terjadi penurunan pasokan daya, khususnya dari beberapa pembangkit yang berada di lingkup sistem interkoneksi Kalimantan. Mau tidak mau kami harus mengatur sistem agar tidak terjadi blackout, sehingga dilakukan pemadaman bergilir dengan durasi tertentu dan merata," ujarnya. Rabu, 1 Juli 2026.
PLN telah berupaya menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk layanan pelanggan dan nomor kontak resmi ULP Pulang Pisau, agar warga dapat mengantisipasi jadwal pemadaman.
"Kami sudah mengoptimalkan penyampaian informasi melalui pesan-pesan kepada pelanggan dan nomor kontak yang tersedia di ULP Pulang Pisau maupun Halo PLN, sehingga masyarakat tidak mengalami pemadaman secara tiba-tiba," katanya.
Menurut Apryanto, saat ini PLN terus berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik agar kondisi kembali normal secepat mungkin.
Meski demikian, hingga kini belum ada estimasi pasti kapan seluruh sistem kelistrikan akan kembali pulih.
"Estimasi waktu pemulihan masih belum kami terima. Namun tim terkait terus berupaya semaksimal mungkin agar pasokan listrik segera kembali normal. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan kepada masyarakat," jelasnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman bergilir tersebut.
"Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya agar pasokan listrik dapat kembali normal 24 jam dan berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini serta memberikan doa dan dukungannya," tutup Apryanto. (RETHA)









