PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Kalteng mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025 dengan membukukan pertumbuhan terbaik sejak bank pembangunan daerah tersebut berdiri. Capaian itu diraih di tengah kondisi ekonomi nasional yang penuh tantangan.

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan total aset Bank Kalteng hingga akhir 2025 mencapai Rp20,4 triliun atau tumbuh 21,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp13,8 triliun atau tumbuh 28,01 persen secara tahunan. Penyaluran kredit juga terus mengalami peningkatan menjadi Rp11,7 triliun atau tumbuh 9,42 persen.

Dari sisi profitabilitas, Bank Kalteng membukukan laba bersih sebesar Rp368,5 miliar atau meningkat 14,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pencapaian kinerja tahun 2025 merupakan pertumbuhan terbaik sejak Bank Kalteng berdiri," kata Maslipansyah saat memaparkan kinerja perusahaan dalam Media Update Triwulan II 2026 Batang Garing yang digelar OJK Kalimantan Tengah baru-baru ini.

Ia menjelaskan, tren pertumbuhan Bank Kalteng juga menunjukkan peningkatan yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Total aset meningkat dari Rp15,1 triliun pada 2023 menjadi Rp16,8 triliun pada 2024, sebelum akhirnya mencapai Rp20,4 triliun pada 2025.

Sementara itu, DPK naik dari Rp10,7 triliun pada 2023 menjadi Rp10,8 triliun pada 2024, kemudian melonjak menjadi Rp13,8 triliun pada 2025. Penyaluran kredit juga tumbuh dari Rp9,7 triliun pada 2023 menjadi Rp10,7 triliun pada 2024 dan meningkat lagi menjadi Rp11,7 triliun pada 2025.

Maslipansyah menambahkan, pertumbuhan bisnis tersebut diiringi dengan terjaganya kualitas aset dan kesehatan bank. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) Gross tercatat sebesar 2,52 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kelompok Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berada di level 3,23 persen.

Selain itu, Return on Assets (ROA) Bank Kalteng mencapai 2,37 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata BPD sebesar 2,05 persen. Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR/KPMM) tercatat mencapai 44,34 persen yang menunjukkan kondisi permodalan Bank Kalteng sangat kuat.

Capaian tersebut memperlihatkan Bank Kalteng mampu menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus mempertahankan kesehatan keuangan, sehingga tetap memiliki ruang yang kuat untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)