PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Kalteng terus mempercepat transformasi digital sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meluncurkan aplikasi Betang Mobile yang menghadirkan layanan perbankan lebih mudah, cepat, dan aman.

Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah, mengatakan transformasi digital menjadi bagian penting dalam penguatan daya saing Bank Kalteng di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan digital

"Betang Mobile resmi diperkenalkan pada 17 Mei 2025. Bersamaan dengan peluncuran aplikasi tersebut, Bank Kalteng juga menghadirkan fitur pembayaran menggunakan QRIS Scan untuk mempermudah transaksi nontunai bagi nasabah," kata Maslipansyah saat memaparkan kinerja perusahaan dalam Media Update Triwulan II 2026 Batang Garing yang digelar OJK Kalimantan Tengah baru-baru ini.

Transformasi digital tersebut menjadi salah satu upaya Bank Kalteng dalam memperluas akses layanan perbankan, sekaligus mendukung program digitalisasi sistem pembayaran yang terus didorong pemerintah dan Bank Indonesia.

Selain memperkuat layanan digital, Bank Kalteng juga mempertahankan tren pertumbuhan positif pada Triwulan I 2026. Hingga Maret 2026, total aset Bank Kalteng mencapai Rp20,1 triliun atau tumbuh 7,68 persen secara tahunan.

Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp11,8 triliun atau meningkat 8,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,56 persen menjadi Rp13,9 triliun.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih mencapai Rp124 miliar atau naik 9,76 persen, sedangkan modal inti meningkat 14,07 persen menjadi Rp3,8 triliun.

Maslipansyah menjelaskan, pertumbuhan tersebut didukung oleh kualitas aset yang terus membaik. Rasio Non Performing Loan (NPL) Nett turun menjadi 1,11 persen atau membaik 34,71 persen secara tahunan.

Efisiensi operasional juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan rasio BOPO sebesar 64,96 persen, turun 4,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau CAR (KPMM) tetap berada pada level yang sangat kuat, yakni 44,71 persen atau meningkat 12,88 persen secara tahunan.

Dengan capaian tersebut, Bank Kalteng menilai momentum pertumbuhan positif masih terus berlanjut pada Triwulan I 2026. Perseroan optimistis kinerja yang sehat, didukung transformasi digital dan permodalan yang kuat, akan semakin memperbesar kontribusi Bank Kalteng dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)