BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP kembali menggelar Sinara Fest untuk keempat kalinya sebagai upaya memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM berbasis komoditas perkebunan.
Kegiatan yang berlangsung itu mengusung tema Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas dan merupakan hasil kolaborasi BPDP bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb serta Kemenkeu Satu Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sinara Fest 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, workshop, hingga mini bazar UMKM. BPDP juga menggandeng Bulog serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai bentuk komitmen mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani, Kepala KPPN Mataram, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Nusa Tenggara, perwakilan KPPBC Mataram, KPKNL Mataram, Kemenkeu Satu NTB, Dinas Perkebunan, serta Kepala Divisi USDM BPDP Adi Sucipto.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan pembangunan ekonomi saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan jejaring yang saling menguatkan.
"Kegiatan Sinara Fest di Provinsi NTB bukan sekadar forum sosialisasi, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan pengetahuan, jejaring, dan peluang yang dapat mendorong UMKM tumbuh lebih kuat, inovatif, dan kompetitif," ujarnya dalam rilis BPDP pada Rabu, 1 Juli 2026.
Ratih menegaskan pemberdayaan UMKM harus dipandang sebagai proses yang menyeluruh, tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga didukung ekosistem yang mampu memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kompetensi, memperluas pasar, mendorong adopsi teknologi, serta memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Sementara itu, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, menjelaskan Sinara Fest diselenggarakan untuk memperkenalkan berbagai peluang pengembangan usaha berbasis komoditas perkebunan yang memiliki nilai tambah tinggi.
Menurutnya, komoditas seperti kakao, kelapa sawit, kelapa, dan berbagai komoditas unggulan lainnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas produk, penguatan pemasaran, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
"Khusus dalam aspek pemberdayaan UMKM, BPDP berupaya menghadirkan berbagai pelatihan, workshop, promosi, dan pendampingan agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, berkualitas, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi," katanya.
Pada sesi diskusi mengenai peluang kolaborasi pengembangan UMKM perkebunan, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan BPDP siap memperluas kerja sama dengan pelaku UMKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis sawit, kakao, kelapa, beserta produk turunannya.
"BPDP siap berkolaborasi dengan pelaku UMKM di Mataram yang mengembangkan produk berbasis perkebunan dan turunannya dari sawit, kakao, dan kelapa, sekaligus menjadi sarana mempromosikan manfaat komoditas tersebut," ujarnya.
Melalui Sinara Fest 2026, BPDP berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin memperkuat ekosistem UMKM perkebunan sehingga mampu berkembang, meningkatkan daya saing, dan naik kelas. (TESTI PRISCILLA/j)









