PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 4,47 persen pada Juni 2026. Angka tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen atau IHK yang mencapai 112,61.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan inflasi secara tahunan terjadi akibat kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.

"Pada Juni 2026, Kalimantan Tengah mengalami inflasi tahunan sebesar 4,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 112,61. Kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, dengan andil terbesar berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, transportasi, serta makanan, minuman, dan tembakau," ujarnya dalam penyampaian berita resmi statistik pada Rabu, 1 Juli 2026.

BPS mencatat inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 5,01 persen dengan IHK 113,94. Sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Sukamara sebesar 3,81 persen dengan IHK 113,79.

Maria menjelaskan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan sebesar 10,25 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 6,15 persen dan kelompok makanan, minuman, serta tembakau sebesar 6,11 persen.

Selain itu, kelompok pendidikan mengalami kenaikan 3,05 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,01 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,18 persen.

Sementara itu, kelompok kesehatan naik 1,65 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 1,25 persen, perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,21 persen, pakaian dan alas kaki 0,97 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30 persen.

"Selain inflasi tahunan, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Kalimantan Tengah pada Juni 2026 sebesar 0,23 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) hingga Juni 2026 mencapai 2,39 persen," tambahnya.

Maria menuturkan data tersebut menjadi gambaran perkembangan harga barang dan jasa di Kalimantan Tengah selama semester pertama tahun 2026, sekaligus menjadi salah satu indikator penting dalam memantau stabilitas ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/j)