BORNEONEWS, Sampit - Universitas Darwan Ali atau UNDA membantu Kelompok Wanita Tani Mawar Sumber Makmur di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam pengembangan produk jamu higienis dan pemasaran digital.
Ketua Pelaksana Program Pengabdian Masyarakat Unda, Lili Winarti, mengatakan pendampingan tersebut dilakukan melalui program pengabdian dosen bersama mahasiswa sejak Mei 2026.
"Sejak Mei 2026, tim dosen menggelar program pengabdian bersama mahasiswa menyasar peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, hingga penguatan kepercayaan mitra terhadap teknologi digital," kata Lili Winarti di Sampit, Rabu, 1 Juli 2026.
Melalui program tersebut, tim pengabdian menargetkan peningkatan kapasitas produksi jamu hingga sekitar 50 botol per minggu. Selain itu, produk juga didorong agar memiliki dua varian, yakni jamu siap minum dan jamu seduh.
Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan proses produksi bersih dan higienis, penyusunan Standar Operasional Prosedur atau SOP produksi dan pengemasan, serta pelatihan manajemen usaha.
Mitra juga dibekali kemampuan pembukuan sederhana, penghitungan harga pokok produksi atau HPP, serta penetapan harga jual yang wajar agar usaha dapat berjalan lebih sehat dan berkelanjutan.
Pada aspek pemasaran, tim Unda membantu penguatan branding dan desain kemasan agar produk jamu lebih menarik bagi konsumen.
Selain itu, KWT Mawar juga mendapat pelatihan pembuatan konten foto dan video, serta pemanfaatan media sosial dan lokapasar untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar desa maupun luar kabupaten.
Lili menjelaskan, penguatan pemasaran digital menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Mitra turut diberikan edukasi terkait keamanan transaksi, mitigasi penipuan daring, serta penggunaan pembayaran digital melalui QRIS.
Tim Pengabdian Unda juga mendampingi proses pengurusan legalitas usaha. Legalitas tersebut meliputi Nomor Induk Berusaha atau NIB, izin Pangan Industri Rumah Tangga atau PIRT, serta sertifikasi halal.
Legalitas usaha itu diharapkan mampu memperkuat daya saing produk jamu KWT Mawar Sumber Makmur sehingga lebih siap masuk ke pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat ini, Universitas Darwan Ali berupaya menghadirkan dampak langsung bagi peningkatan kapasitas usaha dan kesejahteraan mitra.
"Program ini diharap menjadi model pemberdayaan kelompok wanita tani yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Lili Winarti.









