BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan di daerah setempat pada Triwulan II 2026 tetap terjaga dengan baik.
Kondisi tersebut dinilai tetap solid meski dinamika ekonomi global dan nasional terus berkembang. Stabilitas sektor jasa keuangan juga menjadi modal penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kondisi ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan," kata Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, di Palangka Raya, Rabu, 1 Juli 2026.
Primandanu menjelaskan, stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Tengah terlihat dari sejumlah indikator. Salah satunya kinerja bank umum yang menunjukkan peningkatan pada posisi Mei 2026 dibandingkan Mei 2025.
Aset bank umum di Kalimantan Tengah tercatat meningkat Rp8,27 triliun atau 9,08 persen secara tahunan. Nilainya naik dari Rp90,99 triliun menjadi Rp99,26 triliun.
Dana Pihak Ketiga atau DPK juga tumbuh Rp3,63 triliun atau 7,36 persen secara tahunan. DPK meningkat dari Rp49,33 triliun menjadi Rp52,93 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit atau pembiayaan naik Rp3,78 triliun atau 7,37 persen secara tahunan. Nilainya meningkat dari Rp51,20 triliun menjadi Rp54,98 triliun.
Menurut Primandanu, sektor jasa keuangan yang stabil, aman, dan tepercaya memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.
Kondisi tersebut juga dinilai mendukung perluasan akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kondisi sektor jasa keuangan seperti ini juga sangat mendukung dalam perluasan akses pembiayaan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Sejalan dengan itu, OJK Kalteng terus memperkuat sinergi bersama lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem keuangan yang terintegrasi, sehat, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.
Melalui berbagai program strategis, OJK berkomitmen menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta memperluas akses layanan keuangan yang mudah dijangkau, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk hingga wilayah terpencil.









