SAMPIT –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bulog Wilayah Kalimantan Tengah terus menyerap hasil pertanian petani lokal, khususnya gabah, sejak awal 2026.

Langkah tersebut dinilai turut mendorong perputaran ekonomi daerah karena hasil panen petani dapat terserap dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana, mengatakan hingga saat ini Bulog telah menyerap 15.088 ton gabah di Kalimantan Tengah. Jumlah tersebut setara dengan 7.758 ton beras.

"Hingga saat ini, Bulog telah melakukan penyerapan sebanyak 15.088 ton gabah atau 7.758 ton setara beras untuk wilayah Kalimantan Tengah," kata Erwin di Palangka Raya, Rabu, 1 Juli 2026.

Erwin menjelaskan, jika mengacu pada harga pembelian gabah sesuai ketetapan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram, maka nilai pembayaran kepada petani telah mencapai sekitar Rp98 miliar.

Menurutnya, transaksi tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi Bulog dalam mendukung perekonomian daerah, terutama melalui peningkatan pendapatan petani.

"Sebagaimana harapan Presiden dengan ketetapan harga pembelian di tingkat petani tersebut, diharapkan kesejahteraan petani meningkat termasuk di Kalimantan Tengah," ujarnya.

Erwin menyampaikan, realisasi penyerapan gabah petani di Kalimantan Tengah saat ini berada pada kisaran 49 persen dari target tahun 2026.

Ia memperkirakan penyerapan akan kembali meningkat mulai Juli, seiring masuknya masa panen di sejumlah wilayah.

Untuk tahun 2026, Bulog Kalteng menargetkan penyerapan 30.420 ton gabah atau setara 15.805 ton beras hingga akhir tahun.

Selain penyerapan gabah, Erwin juga memastikan stok beras Bulog Kalteng dalam kondisi aman. Saat ini, ketersediaan beras yang dimiliki Bulog Kalteng mencapai 14.617 ton.

Dengan stok tersebut, Bulog Kalteng menyatakan siap mendukung pemenuhan kebutuhan beras masyarakat dan menjaga stabilitas pangan di Kalimantan Tengah.