JAKARTA –

BORNEONEWS, Washington - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan nota kesepahaman yang ditandatangani AS-Iran maupun perjanjian damai Israel-Lebanon sama-sama menjamin keutuhan wilayah Lebanon.

"Anda bahkan bisa berpendapat bahwa jika perjanjian damai Lebanon-Israel diselaraskan dengan MoU yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran, maka secara mendasar kedua dokumen tersebut menyatakan integritas teritorial Lebanon akan dihormati," kata Vance dalam sebuah wawancara yang dirilis Selasa (30/6).

Vance mengatakan komunikasi langsung yang kini terjalin antara Israel dan Lebanon sebelumnya tidak pernah ada beberapa bulan lalu. Dia pun menambahkan kedua negara itu kini secara umum memiliki keselarasan pandangan.

"Jadi, situasinya memang telah berubah. Pertanyaannya sekarang adalah apakah perubahan itu akan bertahan dalam jangka panjang," ujar Vance.

Pada Jumat (26/6), AS, Israel, dan Lebanon menandatangani kesepakatan kerangka kerja tripartit untuk menyelesaikan konflik bersenjata.

Pemimpin kelompok gerakan Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan kesepakatan yang dimediasi AS itu tidak mengikat dan menyebutnya sebagai "hilangnya kedaulatan".

Kesepakatan itu antara lain mencakup pembentukan zona keamanan bagi Israel di Lebanon selatan serta, menurut pihak Israel, perlucutan senjata Hizbullah secara sepenuhnya di Lebanon.

Pada Kamis dini hari (18/6), Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh yang mengatur penghentian konflik militer.

Nota kesepahaman tersebut juga menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan lautnya serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz.

ANTARA