PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komisi A DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong adanya terobosan dalam mendukung penyerapan hasil panen petani lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kobar, Muhammad Isro Wahyudin saat monitoring ke Bulog Sub Drive Regional II Pangkalan Bun, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut Muhammad Isro Wahyudin, persoalan Harga Pokok Produksi (HPP) petani masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Diperlukan terobosan agar hasil panen petani lokal bisa terserap dengan baik dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” jelas Muhammad Isro Wahyudin.

Muhammad Isro Wahyudin menjelaskan, saat ini penyerapan hasil panen belum optimal karena terdapat perbedaan antara harga yang diharapkan petani dengan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, DPRD mendorong adanya koordinasi antara pemerintah daerah, Bulog, dan pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat.

“Kami ingin ada langkah bersama untuk mendukung petani lokal agar lebih sejahtera,” jelas Muhammad Isro Wahyudin.

Selain membahas persoalan petani, monitoring tersebut juga dilakukan untuk memastikan program pemerintah di bidang ketahanan pangan berjalan baik.

Bulog Sub Drive Regional II Pangkalan Bun sendiri melayani kebutuhan pangan untuk wilayah Kabupaten Kobar, Lamandau, dan Sukamara.

“Harapannya ketahanan pangan tetap terjaga dan petani lokal juga mendapatkan perhatian,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/y)