BORNEONEWS, Sampit – Kehadiran Ustadz Ulin Nuha pendakwah dari Cilacap dipastikan menjadi daya tarik dalam peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkai dengan santunan anak yatim di TPQ Al-Hidayah, Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan. Ribuan jemaah diperkirakan menghadiri kegiatan keagamaan yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut.
"Setiap tahun kami memperingati Tahun Baru Hijriah sekaligus mengadakan pengajian dan santunan anak yatim. Kegiatan ini terbuka untuk umum. Biasanya yang hadir sekitar 5.000 orang. Tahun ini kami yakin jumlah jemaah akan lebih banyak karena menghadirkan Ustadz Ulin Nuha," kata Pengasuh TPQ Al-Hidayah Ahmad Imam Safi'i, Rabu, 1 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar setiap 10 Muharam, pelaksanaan kali ini disesuaikan dengan jadwal dakwah sang penceramah.
Ia menjelaskan, santunan anak yatim telah menjadi agenda tahunan yang selalu dipertahankan oleh TPQ Al-Hidayah. Menurutnya, momen tersebut bukan hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim.
"Kami menganggap kegiatan ini sebagai hari yang membahagiakan bagi anak-anak yatim. Biasanya dilaksanakan pada 10 Muharam, namun tahun ini diundur menjadi 29 Muharam atau 15 Juli 2026 agar menyesuaikan jadwal mubalig," ujarnya.
Sementara itu, Ustadz Ulin Nuha sebagai pengisi tausiyah dikenal sebagai pendakwah muda asal Cilacap, Jawa Tengah, yang mulai dikenal luas setelah menjadi juara Akademi Sahur Indonesia (AKSI) 2019.
Selain aktif berdakwah, ia juga dikenal sebagai seorang dalang yang memadukan nilai-nilai dakwah Islam dengan seni pewayangan. Ceramahnya yang komunikatif, santai, serta disampaikan dengan logat Ngapak menjadi ciri khas yang membuatnya memiliki banyak penggemar di berbagai daerah.
"Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, membawa keberkahan, dan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim," pungkas Imam Safi'i. (DEWI PATMALASARI/H)









