PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dua puluh empat tahun lalu, Pulang Pisau lahir sebagai daerah otonom dengan harapan besar untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan pembangunan yang lebih merata bagi masyarakatnya. Hari ini, ketika usia kabupaten itu genap 24 tahun, perjalanan panjang tersebut telah meninggalkan banyak jejak perubahan yang bisa dirasakan hingga ke pelosok desa.

Di tengah tantangan ekonomi nasional dan kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, roda pembangunan di Kabupaten Pulang Pisau tetap bergerak. Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa pelayanan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Bagi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, pembangunan bukan sekadar membangun jalan atau gedung. Pembangunan adalah tentang bagaimana masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan, anak-anak memperoleh pendidikan yang layak, serta ekonomi masyarakat terus tumbuh di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pulang Pisau, Bakhzar Efendi, mengatakan pihaknya memiliki peran penting dalam mengawal visi dan misi Bupati Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta agar tetap berjalan sesuai arah pembangunan yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi komitmen pemerintah daerah terhadap sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Itu adalah layanan dasar yang harus terus dijaga," ujar Bakhzar. Kamis, 1 Juli 2026.

Bakhzar menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak mengubah arah pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Menurutnya, berbagai program prioritas, termasuk pembangunan konektivitas menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat, tetap dijalankan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Kesehatan dan Pendidikan Tetap Menjadi Prioritas

Di balik pembangunan fisik yang terlihat, pemerintah daerah juga terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia.

Layanan kesehatan diperkuat melalui peningkatan fasilitas rumah sakit dan puskesmas, penyediaan tenaga kesehatan, hingga berbagai program kesehatan masyarakat seperti penanganan stunting dan peningkatan layanan ibu dan anak.

Pada saat yang sama, sektor pendidikan juga terus mendapat perhatian. Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas sarana sekolah serta mendukung peningkatan mutu pendidikan agar generasi muda Pulang Pisau mampu bersaing di masa depan.

Komitmen tersebut menjadi penting karena pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, tetapi juga dari kualitas manusia yang dihasilkan.

Pertanian, Nadi Kehidupan Masyarakat

Sebagai daerah yang memiliki potensi lahan pertanian luas dan diwacanakan menjadi penyangga pangan bagi ibukota nusantara sektor pertanian masih menjadi denyut utama perekonomian masyarakat Pulang Pisau.

Hamparan sawah dan lahan pertanian yang membentang di sejumlah kecamatan menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga. Karena itu, berbagai program peningkatan produksi dan pendampingan petani terus dilakukan.

Melalui program Food estate, Cetak sawah rakyat dimana proyek tersebut masuk dalam katagori proyek strategis nasional yang didukung pemerintah kabupaten Pulang Pisau. 

Posisi strategis Pulang Pisau dalam sejumlah program pembangunan nasional turut membuka peluang baru bagi pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Harapannya, petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil usaha mereka.

Pemerintahan yang Semakin Responsif

Di usia ke-24 tahun, tantangan pembangunan semakin kompleks. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Digitalisasi layanan publik, peningkatan transparansi, hingga penguatan akuntabilitas menjadi bagian dari langkah pembenahan yang terus dilakukan.

Respons cepat pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan masyarakat, mulai dari pengendalian inflasi hingga stabilitas harga kebutuhan pokok, menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Menurut Bakhzar, kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini justru menjadi momentum bagi pemerintah untuk semakin selektif dalam menentukan program prioritas yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Menjaga Semangat JAYA 

Bagi Bupati Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta, pembangunan daerah tidak hanya soal mengejar angka-angka statistik. Pembangunan adalah tentang menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Semangat JAYA yang menjadi bagian dari visi pembangunan daerah Jujur, Amanah, Yakin, dan Aman terus menjadi pijakan dalam menjalankan roda pemerintahan.

Di tengah berbagai keterbatasan, Kabupaten Pulang Pisau tetap berusaha melangkah maju. Berbagai indikator makro daerah, seperti tingkat kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, hingga pengendalian inflasi, masih menunjukkan kondisi yang relatif terjaga.

Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Ia menjadi ruang refleksi atas perjalanan yang telah dilalui, sekaligus pengingat bahwa pembangunan adalah proses panjang yang membutuhkan kerja bersama. (RETHA/H)