PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat peningkatan aset, dana pihak ketiga atau DPK, dan penyaluran kredit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalimantan Tengah, Erwan Suryono, mengatakan secara umum kondisi perbankan di Kalimantan Tengah masih terjaga dengan baik dan mampu mencatatkan pertumbuhan di berbagai indikator utama.

"Hingga posisi Mei 2026, kinerja bank umum di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan dibandingkan Mei 2025. Hal ini terlihat dari pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, maupun kredit yang tetap positif," kata Erwan pada Rabu, 1 Juli 2026.

Erwan menjelaskan, total aset perbankan di Kalimantan Tengah mencapai Rp99,26 triliun atau meningkat Rp8,27 triliun atau 9,08 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Mei 2025 yang sebesar Rp90,99 triliun.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,36 persen. Nilainya meningkat dari Rp49,33 triliun pada Mei 2025 menjadi Rp52,93 triliun pada Mei 2026 atau bertambah Rp3,63 triliun.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan turut mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,37 persen secara tahunan. Hingga Mei 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp54,98 triliun, meningkat Rp3,78 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp51,20 triliun.

Meski demikian, Erwan mengungkapkan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan/Non Performing Financing (NPL/NPF) mengalami kenaikan tipis. Pada Mei 2026, NPL/NPF berada di level 2,07 persen, naik 0,09 poin dibandingkan Mei 2025 yang tercatat sebesar 1,98 persen.

"Kenaikan NPL/NPF masih berada pada level yang relatif terkendali. OJK akan terus melakukan pengawasan bersama industri perbankan agar kualitas kredit tetap terjaga sehingga fungsi intermediasi dapat berjalan secara sehat," katanya.

Menurut Erwan, pertumbuhan aset, penghimpunan dana masyarakat, dan penyaluran kredit menunjukkan sektor perbankan di Kalimantan Tengah masih memiliki ketahanan yang baik dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global dan nasional. (TESTI PRISCILLA/H)