BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyaluran kredit perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga Mei 2026 masih didominasi kredit konsumtif. Meski demikian, kredit untuk sektor produktif seperti modal kerja dan investasi juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total pembiayaan.
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalimantan Tengah, Erwan Suryono, mengatakan total kredit perbankan di Kalimantan Tengah hingga posisi Mei 2026 mencapai Rp54,98 triliun.
"Dari sisi jenis penggunaan, kredit konsumtif masih mendominasi dengan nilai Rp21,95 triliun atau sekitar 39,93 persen dari total kredit. Selanjutnya kredit modal kerja sebesar Rp19,25 triliun atau 35,01 persen dan kredit investasi sebesar Rp13,78 triliun atau 25,06 persen," ujar Erwan memaparkan perkembangan industri jasa keuangan di Palangka Raya pada Rabu, 1 Juli 2026.
Ia menjelaskan, besarnya porsi kredit konsumtif menunjukkan kebutuhan pembiayaan masyarakat masih cukup tinggi. Di sisi lain, penyaluran kredit modal kerja dan investasi juga terus didorong untuk memperkuat aktivitas usaha dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan sektor ekonomi, rumah tangga menjadi penerima kredit terbesar dengan nilai mencapai Rp21,61 triliun atau 39,30 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan.
Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memperoleh kredit sebesar Rp16,48 triliun atau 29,98 persen dari total penyaluran. Menurut Erwan, tingginya pembiayaan pada sektor tersebut mencerminkan besarnya peran sektor primer sebagai penggerak utama perekonomian Kalimantan Tengah.
Sementara itu, sektor industri pengolahan menerima kredit sebesar Rp1,26 triliun atau 2,30 persen dari total kredit. Disusul sektor aktivitas jasa lainnya sebesar Rp980 miliar atau 1,80 persen, serta sektor konstruksi sebesar Rp870 miliar atau 1,58 persen.
Erwan menegaskan OJK akan terus mendorong perbankan agar memperluas penyaluran kredit, khususnya ke sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah.
"Kami berharap fungsi intermediasi perbankan terus meningkat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, sehingga pembiayaan dapat mendukung sektor-sektor produktif yang menjadi kekuatan ekonomi daerah," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/H)









