PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat aktivitas angkutan penumpang melalui transportasi udara dan laut mengalami penurunan pada Mei 2026. Namun, di tengah turunnya mobilitas penumpang, arus barang melalui jalur laut justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah pada Mei 2026 turun 15,49 persen dibanding April 2026.

Penurunan frekuensi penerbangan tersebut diikuti berkurangnya jumlah penumpang angkutan udara sebesar 14,67 persen, dari 121.981 orang pada April menjadi 104.083 orang pada Mei 2026.

"Sejalan dengan menurunnya jumlah penumpang, volume barang yang diangkut melalui transportasi udara juga turun 13,37 persen, dari 2.191 ton menjadi 1.898 ton," ujar Maria dalam penyampaian berita resmi statistik pada Rabu, 1 Juli 2026.

Di sektor transportasi laut, jumlah penumpang mengalami penurunan yang lebih tajam. BPS mencatat jumlah penumpang kapal laut turun 53,84 persen, dari 85.787 orang pada April menjadi 39.598 orang pada Mei 2026.

"Meski demikian, kondisi berbeda terjadi pada angkutan barang melalui jalur laut. Volume barang yang diangkut justru meningkat 24,38 persen, dari 1,71 juta ton pada April menjadi 2,13 juta ton pada Mei 2026," katanya lagi.

Maria menjelaskan, data tersebut menunjukkan aktivitas distribusi logistik melalui transportasi laut masih tetap kuat meskipun mobilitas penumpang mengalami penurunan. Sementara itu, baik angkutan penumpang maupun barang melalui jalur udara sama-sama mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurutnya, perkembangan transportasi ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)