PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Mei 2026 masih didominasi oleh kredit kepada sektor nonusaha mikro, kecil, dan menengah atau non-UMKM. Meski demikian, pembiayaan kepada pelaku UMKM tetap menunjukkan porsi yang cukup signifikan.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kalimantan Tengah, Erwan Suryono, mengatakan total kredit yang disalurkan bank umum di Kalimantan Tengah mencapai Rp54,98 triliun hingga posisi Mei 2026.

"Berdasarkan jenis usaha, penyaluran kredit masih didominasi kredit non-UMKM sebesar Rp36,48 triliun atau 66,35 persen dari total kredit. Sementara sisanya merupakan kredit yang disalurkan kepada pelaku UMKM," ujar Erwan pada Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, dari kelompok UMKM, kredit mikro menjadi segmen dengan penyaluran terbesar, yakni mencapai Rp9,30 triliun atau 16,91 persen dari total kredit perbankan.

Selanjutnya, kredit untuk usaha kecil tercatat sebesar Rp5,83 triliun atau 10,61 persen dari total penyaluran kredit. Adapun kredit bagi usaha menengah mencapai Rp3,37 triliun atau 6,13 persen.

Menurut Erwan, besarnya porsi kredit non-UMKM mencerminkan tingginya kebutuhan pembiayaan dari pelaku usaha skala besar maupun sektor korporasi. Namun, OJK tetap mendorong perbankan agar terus meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

"UMKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, OJK terus mendorong perbankan untuk memperluas akses pembiayaan kepada sektor ini dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian," katanya.

Erwan menambahkan, melalui berbagai program bersama pemerintah daerah dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK akan terus memperkuat ekosistem pembiayaan bagi UMKM agar semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses permodalan dan mampu meningkatkan daya saing usahanya. (TESTI PRISCILLA/j)