PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembukaan Temu Orang Muda Katolik atau OMK Se-Dekenat Buntok berlangsung khidmat di Gereja Paroki Santo Paulus Buntok pada Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 5 Juli 2026 itu menjadi wadah mempererat persaudaraan sekaligus membentuk karakter kepemimpinan generasi muda Katolik di wilayah Dekenat Buntok.

Kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Deken Dekenat Buntok, Fransiscus Arisetyo, didampingi lima imam konselebran, termasuk Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Palangka Raya, Andreas Jimmy.

Sebanyak 25 utusan dari masing-masing paroki mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari Paroki Patas, Palurejo, Tabak Kanilan, Hayaping, Tamiang, Ampah, serta Paroki Santo Paulus Buntok sebagai tuan rumah.

Mengusung tema Spread the Vibes of Faith and Culture, peserta akan mengikuti pembinaan iman, dinamika kelompok, pelatihan kepemimpinan, pendalaman budaya, hingga berbagai kegiatan kebersamaan selama empat hari.

Dalam homilinya, Fransiscus Arisetyo mengajak Orang Muda Katolik menjadi sahabat perjalanan yang saling menguatkan di tengah tantangan zaman.

"Persahabatan sejati lahir ketika kita mau hadir bagi sesama, saling mendengarkan, saling mendukung, dan berjalan bersama dalam iman. Orang muda hendaknya menjadi pribadi yang mampu menghadirkan harapan, bukan hanya bagi Gereja, tetapi juga bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menekankan, pengalaman hidup bersama selama kegiatan hendaknya tidak berhenti setelah temu berakhir. Para peserta diharapkan membawa semangat pelayanan ke paroki masing-masing sehingga semakin aktif terlibat dalam kehidupan menggereja maupun kehidupan sosial.

Suasana pembukaan berlangsung penuh sukacita dengan kehadiran para imam, pendamping, panitia, dan seluruh peserta. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda Katolik yang semakin dewasa dalam iman, memiliki semangat kolaborasi, serta siap melayani Gereja dan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/H)