JAKARTA –

BORENONEWS, Ramallah - Masyarakat Tahanan Palestina (Palestinian Prisoner's Society/PPS) pada Kamis menyebutkan bahwa jumlah siswa Tawjihi yang ditangkap pasukan penjajah Israel bertambah menjadi enam orang, menyusul penangkapan dua siswa lainnya.

Tawjihi adalah program ujian nasional sekolah menengah di Palestina.

PPS mengatakan pasukan Israel menahan Diaa Abdel Fattah Jawabra (18) dari kamp pengungsi Al-Arroub setelah menggerebek rumah keluarganya pada Rabu dini hari. Selama penggerebekan, pasukan Zionis merusak rumah beserta isinya dan menyerang anggota keluarga.

Sebelumnya, pasukan Israel juga telah menahan Amr Osama Rabay'a (18) dari Jenin setelah menyerbu rumah keluarganya.

Menurut PPS, penargetan berkelanjutan terhadap siswa Tawjihi mencerminkan kebijakan sistematis yang bertujuan untuk menghilangkan hak para siswa Palestina atas pendidikan sekaligus mencegah mereka menyelesaikan studinya.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina, sebanyak 65 siswa Tawjihi ditahan sebelum ujian dimulai. Dengan penangkapan enam siswa tersebut, jumlah total siswa Tawjihi yang ditahan bertambah menjadi 71 orang.

PPS mengatakan kampanye penangkapan besar-besaran di seluruh Tepi Barat yang diduduki, yang meningkat sejak awal perang Gaza, terus menargetkan semua kalangan masyarakat Palestina, khususnya siswa.

ANTARA