BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga kini belum memengaruhi operasional penerbangan di Bandara H Asan Sampit.
"Sampai dengan saat ini tidak mempengaruhi penerbangan di bandara. Hari ini penerbangan masih sesuai jadwal, ada empat penerbangan," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Abdul Haris, Jumat, 3 Juli 2026.
Empat penerbangan yang beroperasi pada Jumat tersebut meliputi NAM Air rute Jakarta-Sampit pulang pergi (PP), NAM Air rute Sampit-Surabaya PP, Wings Air rute Surabaya-Sampit PP, serta Super Air Jet rute Jakarta-Sampit PP.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran lahan di kawasan Baamang Hulu dilaporkan meluas hingga sekitar empat hektare. Lokasi kebakaran berada di dekat jalur lepas landas (take off) dan pendaratan (landing) pesawat sehingga menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu penerbangan.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran ini karena dibakar. Di lokasi ini tidak ada aktivitas pertambangan. Kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api, tetapi di sini tidak ada," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam.
Menurut Multazam, kebakaran mulai terdeteksi pada Kamis, 2 Juli 2026, dengan luas sekitar dua hektare. Keterbatasan personel membuat pemadaman saat itu baru mampu mengendalikan sekitar 50 persen area yang terbakar.
Saat dilakukan pengecekan kembali pada Jumat pagi, luas kebakaran bertambah menjadi sekitar empat hektare dan api masih aktif membakar lapisan gambut.
"Lahan gambutnya sudah mulai terbakar dan kondisi ini cukup berat karena sumber air di sekitar lokasi sangat terbatas," katanya.
BPBD menempatkan kawasan tersebut sebagai prioritas penanganan karena berada di restricted area atau zona sekitar bandara. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan gangguan terhadap aktivitas penerbangan.
"Belum ada laporan gangguan penerbangan. Namun kondisi ini tetap menjadi perhatian karena abu gambut bisa terbawa angin cukup jauh. Dari analisis kami, perluasan kebakaran juga dipicu bara api yang terbawa angin kencang dari titik kebakaran sebelumnya," tambah Multazam.
Saat ini operasi pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, relawan, serta diperkuat personel Manggala Agni Sampit.
Petugas juga menghadapi kendala terbatasnya sumber air. Tinggi muka air tanah di lokasi telah mencapai lebih dari minus 60 sentimeter, sementara saluran air di sekitar titik kebakaran hampir mengering sehingga menyulitkan proses pemadaman.
"Kendalanya air untuk pemadaman ini kering dan ini sudah kita bentang ulang kurang lebih sekitar 150 meter. Diperkirakan pemadaman, kita coba optimal sampai hari ini. Kalau tidak bisa mudah-mudahan sore bisa kita blokir perluasannya sehingga kita bisa amanlah untuk beberapa saat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









