BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja perusahaan pembiayaan di Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, nilai piutang pembiayaan meningkat signifikan, sementara tingkat pembiayaan bermasalah tetap berada pada level yang rendah.
Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, mengatakan total piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan mencapai Rp10,19 triliun atau meningkat Rp1,80 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Per April 2026, jumlah piutang pembiayaan tumbuh 21,44 persen secara tahunan, dari Rp8,39 triliun pada April 2025 menjadi Rp10,19 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas pembiayaan di Kalimantan Tengah terus meningkat," kata Andrianto pada Jumat, 3 Juli 2026.
Andrianto menjelaskan, di tengah pertumbuhan pembiayaan tersebut, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) yang berada di level 1,98 persen.
"NPF masih relatif rendah. Ini menunjukkan perusahaan pembiayaan tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya meskipun penyaluran pembiayaan terus meningkat," katanya.
Menurut Andrianto, kondisi tersebut mencerminkan industri perusahaan pembiayaan di Kalimantan Tengah masih memiliki ketahanan yang baik dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun dunia usaha.
OJK, lanjutnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan pembiayaan agar pertumbuhan bisnis tetap berjalan sehat dan berkelanjutan. Penerapan manajemen risiko yang baik dinilai menjadi kunci untuk menjaga kualitas pembiayaan di tengah meningkatnya permintaan kredit dari masyarakat.
"Dengan pertumbuhan yang positif dan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga, kami optimistis sektor perusahaan pembiayaan dapat terus memberikan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah," tutur Andrianto. (TESTI PRISCILLA/j)









