PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Muhammadiyah Palangka Raya atau UMPR terus memperluas jejaring internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui keikutsertaan UMPR dalam The 5th Global Sustainable Development Congress atau GSDC 2026.

Direktur Direktorat Kerja Sama Perguruan Tinggi UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, mengatakan UMPR tidak hanya berfokus menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Kalimantan Tengah, tetapi juga terus memperkuat kolaborasi lintas negara.

"Tak hanya berfokus menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Kalteng, UMPR terus bergerak membangun kolaborasi lintas negara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global," kata Rakhdinda di Palangka Raya, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurutnya, keikutsertaan UMPR dalam forum internasional tersebut menjadi langkah nyata untuk memperluas kemitraan strategis dengan berbagai institusi di tingkat global.

"UMPR terus bergerak nyata. Di tengah kompetisi perguruan tinggi yang semakin ketat, kami ingin menunjukkan bahwa UMPR mampu mengambil peran dalam jejaring internasional," katanya.

Rakhdinda menegaskan, menjadi perguruan tinggi swasta nomor satu di Kalimantan Tengah saja belum cukup. Karena itu, UMPR terus membuka ruang kerja sama lintas negara untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan, riset, dan inovasi.

Ia menjelaskan, forum internasional tersebut menjadi kesempatan penting bagi UMPR untuk membangun komunikasi dengan berbagai institusi dari sejumlah negara.

Selain itu, forum tersebut juga menjadi ruang untuk menjajaki kerja sama dalam bidang pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah internasional, serta pengembangan program yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs.

Pada ajang GSDC 2026, UMPR diwakili Direktur Direktorat Kerja Sama Perguruan Tinggi UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, bersama Kepala Divisi Kerja Sama Urusan Internasional, Sadar.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Urusan Internasional UMPR, Sadar, menegaskan internasionalisasi menjadi salah satu agenda strategis universitas dalam meningkatkan daya saing lulusan dan reputasi institusi di tingkat global.

"Melalui forum ini, kami tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai mitra internasional. Harapannya, akan lahir kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika UMPR, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengembangan kapasitas sumber daya manusia," katanya.

Ia menambahkan, penguatan kerja sama internasional menjadi bagian dari komitmen UMPR untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan global.

Meski demikian, UMPR tetap meneguhkan nilai-nilai Islam, Kemuhammadiyahan, serta kearifan lokal Kalimantan Tengah dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Keikutsertaan UMPR dalam The 5th Global Sustainable Development Congress 2026 diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai kolaborasi internasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi, memperluas kesempatan belajar bagi mahasiswa dan dosen, serta memperkuat kontribusi UMPR dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

ANTARA