BORNEONEWS, Palangka Raya – Proses pencarian dua anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang hilang saat operasi penindakan narkoba, Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, kini memasuki hari kedua, Jumat, 3 Juli 2026.
Kedua personel tersebut diduga terjatuh dan terseret arus deras Sungai Katingan saat berupaya menyelamatkan diri dari kepungan massa yang beringas di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis dini hari.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartanto mengonfirmasi intensitas pencarian kini ditingkatkan secara maksimal.
Operasi tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Ditpolairud Polda Kalteng, Satbrimob Polda Kalteng, serta dukungan penuh dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya.
“Saat ini fokus utama kami adalah menyisir aliran Sungai Katingan untuk menemukan keberadaan kedua anggota kami. Seluruh sumber daya yang tersedia telah dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian,” ujar AKBP Dodik Hartanto.
Di lapangan, tim menghadapi kendala berat. Kondisi medan yang sulit dijangkau diperparah dengan derasnya arus sungai pasca kejadian, sehingga penyisiran belum berjalan secara maksimal.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati demi menjaga keselamatan tim SAR sekaligus memperluas jangkauan pemeriksaan di sepanjang bantaran dan aliran sungai.
Hingga berita ini diturunkan, penyisiran intensif masih berlangsung di titik yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan kedua personel.
Pihak Polres Katingan berharap kerja sama lintas instansi segera membuahkan hasil, serta memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri Ramadhana segera ditemukan. (PATHUR/j)









