JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics atau CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli, menilai rencana Danantara Indonesia merilis laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 menjadi langkah penting dalam memperkuat transparansi pengelolaan aset negara.

Menurut Dipo, laporan keuangan konsolidasian dapat menjadi fondasi bagi Danantara dalam membangun standar pengelolaan yang lebih terintegrasi dan sejalan dengan praktik pengelolaan sovereign wealth fund atau SWF global.

"Tentu kita apresiasi langkah Danantara yang akhirnya akan merilis laporan keuangan. Namun, kalau kita bicara soal komitmen transparansi tata kelola, merilis laporan saja belum cukup," ujar Dipo dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Danantara berencana merilis laporan keuangan konsolidasian setelah seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN merampungkan laporan keuangan per 30 Juni 2026.

Dipo mengingatkan, transparansi tata kelola tidak hanya diukur dari ketersediaan laporan keuangan. Ketepatan waktu pelaporan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Ia menyarankan Danantara menyampaikan laporan keuangan tepat waktu, lengkap, dan memuat informasi memadai terkait pengelolaan aset serta proses audit oleh pihak independen.

Meski demikian, Dipo menilai langkah Danantara mengonsolidasikan laporan keuangan seluruh BUMN merupakan hal positif.

Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan adanya dorongan membangun sistem pelaporan yang lebih terintegrasi, komprehensif, dan dapat memperkuat pengawasan.

Langkah itu juga dinilai dapat menjadi dasar peningkatan efisiensi serta penciptaan nilai tambah yang lebih besar bagi negara.

"Ini langkah awal yang baik, tapi Danantara masih perlu membuktikan standar tata kelola yang lebih disiplin ke depannya," ujarnya.

Dipo berharap penerapan prinsip tata kelola yang baik dapat dilakukan secara konsisten. Hal itu penting untuk membangun kepercayaan publik dan investor terhadap Danantara sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional.

“Oleh karena itu, keberlanjutan reformasi tata kelola serta peningkatan kualitas pelaporan keuangan perlu terus diperkuat agar kredibilitas lembaga semakin kokoh,” ujar Dipo.

Sebelumnya, Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menjelaskan laporan keuangan konsolidasian Danantara Indonesia tahun buku 2025 masih dalam proses penyusunan sesuai tahapan audit yang berlaku.

Ia memastikan laporan keuangan tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

ANTARA