BORNEONEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mengamankan tujuh orang dalam operasi tangkap tangan yang berkaitan dengan Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim.
Tujuh orang tersebut diamankan di tiga wilayah di Provinsi Sumatera Utara, yakni Langkat, Binjai, dan Medan.
"Tujuh orang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan juga Medan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Budi menjelaskan, pihak yang diamankan terdiri atas Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, seorang aparatur sipil negara atau ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat, serta lima orang dari pihak swasta.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana atau KUHAP.
Sebelumnya, sepanjang 2026 KPK telah beberapa kali melakukan operasi tangkap tangan di sejumlah daerah dan instansi.
Pada Januari 2026, KPK melakukan OTT terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021-2026.
Pada bulan yang sama, KPK juga melakukan OTT terhadap Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Pati Sudewo dalam perkara berbeda.
Pada Februari 2026, KPK kembali melakukan OTT terhadap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. KPK juga mengamankan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, Rizal, yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
Selain itu, KPK menangkap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan dalam operasi tangkap tangan lainnya.
Selama Maret 2026, KPK melakukan OTT terhadap sejumlah kepala daerah, yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Pada April 2026, KPK menangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT. Sementara pada Mei 2026 tidak ada operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
Pada Juni 2026, KPK kembali melakukan OTT yang membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri.
KPK juga menangkap Bupati Muara Enim Edison, aparatur sipil negara Badan Pemeriksa Keuangan RI dalam operasi lanjutan, serta melakukan OTT yang membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.
Memasuki pekan pertama Juli 2026, KPK mengonfirmasi operasi tangkap tangan yang mengamankan Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim bersama sejumlah pihak lainnya.
ANTARA









