BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga sejumlah bahan pokok dan barang penting di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengalami perubahan pada Kamis, 2 Juli 2026.
Hal itu berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kotawaringin Barat, pemantauan dilakukan di Pasar Cempaka Planggan Sari, Pasar Indra Sari, dan kawasan pertokoan.
Data perbandingan harga pada 29 Juni 2026 dan 2 Juli 2026 menunjukkan sebagian besar komoditas masih stabil. Namun, ada beberapa barang yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga.
Komoditas yang mengalami penurunan yakni bawang merah. Harga bawang merah turun dari Rp55.000 menjadi Rp50.000 per kilogram atau turun Rp5.000 sekitar 9,09 persen.
Sementara bawang putih masih stabil di harga Rp45.000 per kilogram.
Pada kelompok beras, beberapa jenis mengalami kenaikan. Beras Dua Baung naik dari Rp16.400 menjadi Rp16.800 per kilogram atau naik Rp400.
Beras Lahap naik dari Rp16.200 menjadi Rp16.580 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada Beras Lembu, dari Rp16.200 menjadi Rp16.580 per kilogram.
Adapun beras medium masih bertahan di harga Rp13.000 per kilogram. Beras Siam Unus juga stabil Rp27.000 per kilogram dan Beras Siam Lantik tetap Rp25.000 per kilogram.
Untuk komoditas cabai, harga masih belum berubah. Cabai merah besar dan cabai merah keriting masing-masing berada di harga Rp70.000 per kilogram.
Cabai rawit hijau tercatat Rp90.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah berada di harga Rp70.000 per kilogram.
Pada kelompok barang pokok hasil industri, sebagian besar harga masih stabil. Gula pasir kemasan berada di harga Rp20.800 per kilogram dan gula pasir eceran Rp19.000 per kilogram.
Minyak goreng curah ukuran 1,5 liter masih Rp30.000 per botol. Minyak goreng Bimoli ukuran 1 liter tetap Rp22.300 per botol, sedangkan Bimoli 5 liter Rp125.400 per jerigen.
Kenaikan terjadi pada tepung terigu Lencana Merah, dari Rp10.600 menjadi Rp10.900 per kilogram atau naik Rp300. Sementara tepung terigu Segitiga Biru tetap Rp12.300 per kilogram dan Cakra Kembar Rp12.600 per kilogram.
Harga komoditas peternakan dan perikanan juga relatif stabil. Daging sapi has, rendang, dan semur masing-masing berada di harga Rp170.000 per kilogram.
Daging ayam ras tetap Rp40.000 per kilogram dan ayam kampung Rp75.000 per kilogram. Telur ayam ras tercatat Rp2.200 per butir, telur ayam kampung Rp3.000 per butir, dan telur itik Rp3.500 per butir.
Untuk ikan segar, ikan nila berada di harga Rp55.000 per kilogram, ikan kembung Rp50.000 per kilogram, dan ikan tongkol Rp40.000 per kilogram. Udang galah juga masih stabil di harga Rp200.000 per kilogram.
Pada kelompok barang penting, harga gas elpiji 3 kilogram tetap Rp23.000 per tabung, sedangkan gas elpiji 12 kilogram Rp225.000 per tabung.
Harga semen juga belum berubah. Semen Gresik tercatat Rp81.000 per zak, Semen Tiga Roda Rp73.000 per zak, Semen Holcim Rp74.000 per zak, dan Semen Conch Rp68.000 per zak.
Sementara itu, kenaikan terjadi pada besi 8 milimeter, dari Rp56.000 menjadi Rp58.000 per batang atau naik Rp2.000. Besi 6 milimeter tetap Rp34.000 per batang, besi 10 milimeter Rp87.000 per batang, dan besi 12 milimeter Rp115.000 per batang.
Harga emas terpantau stabil. Emas 24 karat berada di harga Rp2.500.000 per gram, emas 17 karat Rp1.900.000 per gram, dan emas 9 karat Rp1.000.000 per gram.
Secara umum, kondisi harga bahan pokok dan barang penting di wilayah Kecamatan Arut Selatan masih relatif stabil, meski terdapat kenaikan pada sejumlah jenis beras, tepung terigu, dan besi, serta penurunan pada bawang merah.
Untuk mengetahui perkembangan harga lengkap, berikut link tabel harga komoditas di Kobar:
Daftar harga komoditas di Kobar
Daftar harga komoditas di Kobar
(MUHAMMAD AGUSTA WIJAYA/J)









