BORNEONEWS, Palangka Raya - Minat masyarakat Kalimantan Tengah untuk berinvestasi di pasar modal terus mengalami peningkatan. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mencatat jumlah investor di provinsi ini melonjak lebih dari dua kali lipat hingga April 2026.
Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, mengatakan pertumbuhan tersebut terlihat dari peningkatan jumlah Single Investor Identification atau SID pada sektor pasar modal.
"Hingga April 2026, jumlah investor saham di Kalimantan Tengah mencapai 225.128 SID. Angka ini meningkat 115.366 investor atau tumbuh 105,11 persen secara tahunan dibandingkan April 2025 yang tercatat sebanyak 109.762 investor," kata Andrianto pada Jumat, 3 Juli 2026.
Menurut Andrianto, lonjakan jumlah investor menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya investasi sebagai salah satu instrumen pengelolaan keuangan.
Ia menilai pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya edukasi dan literasi keuangan yang terus dilakukan OJK bersama Bursa Efek Indonesia, pelaku industri jasa keuangan, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Kami terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya menjadi investor, tetapi juga memahami karakteristik, manfaat, dan risiko dari setiap instrumen investasi yang dipilih," katanya.
Andrianto menambahkan, OJK akan terus memperluas edukasi pasar modal hingga ke berbagai daerah di Kalimantan Tengah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah investor yang berkualitas sekaligus mendorong masyarakat untuk berinvestasi secara aman, legal, dan sesuai dengan profil risikonya.
"Pertumbuhan jumlah investor menjadi sinyal positif bagi perkembangan pasar modal di Kalimantan Tengah. Ke depan, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan instrumen investasi di pasar modal sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









