BORNEONEWS, Sampit – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 5 hektare di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), masih terus dilakukan. Petugas menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air.
"Api masih menyala. Lokasi jauh dari sumber air. Kami akan estafet embung pemadaman. Personel BPBD sebanyak 10 orang lagi menuju lokasi. Di lokasi juga ada satu personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang melakukan kaji cepat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menjelaskan, strategi estafet air dari embung akan diterapkan agar proses pemadaman tetap dapat dilakukan meski akses terhadap sumber air sangat terbatas.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil patroli udara pada Jumat, 3 Juli 2026, BPBD Kotim mendeteksi kebakaran dengan luas sekitar 5 hektare di Desa Eka Bahurui.
Kebakaran terjadi di lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan karena api dapat merambat hingga ke bawah permukaan tanah.
Saat ini petugas gabungan sudah dapat menembus lokasi karhutla melalui jalur darat dan sedang berupaya melakukan pemadaman. (DEWI PATMALASARI/H)









