BORNEONEWS, Jakarta - Peneliti NEXT Indonesia Center Rezky Reza Pratama menilai pengembangan ekonomi digital Indonesia perlu difokuskan pada peningkatan jumlah pelaku usaha digital agar internet semakin mendorong produktivitas dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Menurut dia, pemanfaatan internet perlu diarahkan untuk bekerja, berusaha, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah, bukan sekadar untuk kegiatan konsumsi.
"Dengan begitu, ekonomi digital tidak hanya tumbuh besar dari sisi transaksi, tetapi juga menjadi instrumen yang mampu mendorong mobilitas ekonomi masyarakat," kata Reza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.
Reza mengungkapkan riset NEXT Indonesia Center menunjukkan jumlah masyarakat yang berbelanja secara daring meningkat dari 14,9 juta orang pada 2019 menjadi 54 juta orang pada 2025.
Sebaliknya, jumlah pelaku usaha digital masih stagnan di kisaran 9 juta orang dalam tiga tahun terakhir.
Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan ekosistem perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia masih lebih kuat sebagai pasar konsumsi dibandingkan sebagai ruang tumbuh pelaku usaha baru.
"Platform digital berhasil memudahkan masyarakat berbelanja. Namun, jumlah masyarakat yang mampu naik kelas menjadi pelaku usaha digital belum bertambah secepat pertumbuhan konsumennya. Ini menjadi tantangan besar bagi agenda ekonomi digital Indonesia," ujarnya.
Reza mengatakan ukuran keberhasilan ekonomi digital tidak cukup dilihat dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh penghasilan melalui platform digital.
Riset NEXT Indonesia Center juga menunjukkan kemampuan memanfaatkan internet untuk kegiatan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, tantangan pengembangan ekonomi digital saat ini bukan lagi sebatas memperluas akses internet, melainkan memastikan masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk mengubah konektivitas digital menjadi sumber pendapatan.
Menurut Reza, Indonesia memiliki peluang besar melalui kelompok menuju kelas menengah yang merupakan pengguna internet dan perdagangan elektronik terbesar di Indonesia.
"Bila semakin banyak masyarakat dalam kelompok tersebut memanfaatkan platform digital untuk berwirausaha, dampaknya tidak hanya meningkatkan pendapatan rumah tangga, tetapi juga memperluas basis pelaku usaha nasional," katanya.
Ia menegaskan persoalan utama ekonomi digital Indonesia saat ini bukan lagi siapa yang telah terhubung ke internet, melainkan siapa yang mampu mengubah konektivitas tersebut menjadi peluang ekonomi.
ANTARA









