BORNEONEWS, Palangka Raya - Minat masyarakat Kalimantan Tengah untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren peningkatan. Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah mencatat lonjakan jumlah investor dan nilai transaksi saham hingga April 2026.
Asisten Direktur Senior Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, mengatakan perkembangan tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal.
"Hingga April 2026, baik nilai transaksi saham maupun jumlah investor di Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan yang sangat positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Andrianto pada Minggu, 5 Juli 2026.
Ia menjelaskan, nilai transaksi saham pada April 2026 mencapai Rp1,311 triliun. Angka tersebut meningkat Rp640,65 miliar atau 95,50 persen secara tahunan atau year on year/yoy dibandingkan April 2025 yang tercatat sebesar Rp670,83 miliar.
Selain nilai transaksi, jumlah investor pasar modal juga mengalami lonjakan signifikan. Hingga April 2026, jumlah Single Investor Identification atau SID investor saham di Kalimantan Tengah mencapai 225.128 investor.
Jumlah tersebut bertambah 115.366 investor atau tumbuh 105,11 persen dibandingkan April 2025 yang sebanyak 109.762 investor.
Menurut Andrianto, peningkatan jumlah investor menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Kondisi ini juga menjadi indikator meningkatnya literasi dan inklusi keuangan, khususnya di bidang investasi.
"OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat edukasi dan literasi keuangan agar masyarakat semakin memahami manfaat maupun risiko investasi, sehingga dapat berinvestasi secara bijak dan terhindar dari investasi ilegal," katanya.
Ia menambahkan, OJK optimistis tren pertumbuhan investor dan aktivitas transaksi di pasar modal akan terus berlanjut seiring meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap berbagai instrumen investasi yang legal, aman, dan diawasi oleh OJK. (TESTI PRISCILLA/y)









