SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Turnamen sepak bola HNR Cup II 2026 tidak hanya menjadi ajang adu prestasi antartim, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Ramainya penonton selama pertandingan membuat omzet pedagang yang membuka stand di Stadion 29 Nopember Sampit meningkat signifikan.

"Saya berjualan sejak awal turnamen dibuka. Ini sudah dua kali berturut-turut. Tahun lalu saat HNR Cup I saya juga berjualan di sini. Ada momen yang sangat ramai hingga omzet menembus jutaan rupiah, biasanya saat tim-tim besar bertanding karena pendukungnya banyak," kata salah seorang pelaku UMKM Riska, Minggu, 5 Juli 2026.

Riska menjual aneka minuman, kentang goreng, sosis, dan telur gulung dengan berbagai varian rasa. Meski harus mengeluarkan biaya sewa lapak sebesar Rp1,5 juta selama turnamen berlangsung, ia menilai hasil yang diperoleh jauh lebih menguntungkan dibandingkan berjualan pada hari biasa di sekitar Pasar Keramat.

"Sewanya Rp1,5 juta karena tendanya lebih besar daripada tahun lalu," ujarnya.

Selama HNR Cup II, ia mampu menjual ratusan porsi jajanan dan minuman setiap hari. Jumlah tersebut meningkat ketika pertandingan mempertemukan tim-tim favorit yang memiliki banyak suporter. 

Menurut Riska, kegiatan olahraga berskala besar seperti HNR Cup sangat membantu meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering agar UMKM lokal memiliki lebih banyak peluang meningkatkan penghasilan.

Turnamen HNR Cup II yang berlangsung sejak 31 Mei hingga 5 Juli 2026 terbukti tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Tribun Stadion 29 Nopember Sampit hampir selalu dipenuhi penonton sejak pertandingan perdana. Keramaian tersebut menciptakan peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, hingga pelaku UMKM lainnya yang membuka lapak di sekitar arena pertandingan.

Juru Bicara Panitia HNR Cup II, Adi Wahyudi, mengatakan panitia sejak awal memang melibatkan UMKM lokal agar manfaat penyelenggaraan turnamen dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Kami memang menjalin kerja sama dengan UMKM. Penonton bisa menikmati pertandingan sambil berbelanja makanan dan minuman. Ini tentu ikut mendongkrak perekonomian warga," tandas Yudi. (DEWI PATMALASARI/j)