BORNEONEWS, Sampit – Pada bulan Juni 2026, Kota Sampit mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai angka 111,53.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Eddy Surahman mengungkapkan inflasi tahunan ini disebabkan oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran.
“Naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran turut mendorong inflasi y-on-y sebesar 4,02 persen,” ujarnya, Minggu, 5 Juli 2026.
Inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat naik sebesar 4,09 persen. Sementara kelompok pakaian dan alas kaki naik 1,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 2,88 persen.
Eddy juga menyebut peningkatan di kelompok lain seperti perlengkapan dan perawatan rumah tangga sebesar 2,20 persen, kesehatan naik 1,17 persen, dan transportasi yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 7,84 persen.
“Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami kenaikan sebesar 0,32 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,52 persen,” tambahnya.
Selain itu, kelompok pendidikan naik 3,34 persen, penyediaan makanan dan minuman atau restoran naik 2,64 persen, dan perawatan pribadi serta jasa lainnya naik cukup tajam yaitu sebesar 11,85 persen.
"Kalau Inflasi month-to-month (m-to-m) pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 2,63 persen," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa data inflasi ini menjadi acuan penting dalam pengendalian harga dan perencanaan ekonomi daerah.
“Kami akan terus memantau perkembangan harga agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat terjaga,” tutupnya. (DEVIANA/J)









