BORNEONEWS, Tokyo – Sebuah perusahaan di Jepang mengembangkan kaldu dashi berbahan nabati untuk menjawab meningkatnya kebutuhan makanan halal dan vegan. Produk ini hadir di tengah bertambahnya wisatawan internasional yang datang ke Jepang dengan kebutuhan pangan yang semakin beragam.
Produk bernama MIRA-Dashi itu dikembangkan Fuji Oil Co., perusahaan yang berdiri sejak 1950 dan memiliki pabrik di Izumisano, Prefektur Osaka. Kaldu nabati tersebut mulai dikomersialkan pada 2023.
MIRA-Dashi dibuat dari minyak nabati dan kedelai. Meski tidak menggunakan bahan hewani, kaldu ini dirancang memiliki cita rasa menyerupai ayam dan makanan laut. Produk tersebut bahkan telah digunakan oleh jaringan ramen populer Ippudo.
Menurut Asosiasi Halal Jepang, tidak banyak perusahaan di Jepang yang memproduksi kaldu nabati dengan rasa menyerupai daging atau ikan. Asosiasi tersebut selama ini menjadi salah satu lembaga yang mensertifikasi produk dan layanan makanan sesuai ketentuan halal.
Di Pivot BASE, sebuah kafe di kawasan Dotombori, Osaka, MIRA-Dashi digunakan untuk menyajikan ramen tonkotsu ala tulang babi dan mi tantanmen versi nabati. Menu tersebut menjadi salah satu pilihan populer bagi wisatawan asing.
Seorang vegetarian asal India yang berkunjung ke Jepang bersama keluarganya bahkan memuji cita rasa kaldu tersebut setelah menikmati ramen di kafe itu.
Fuji Oil kini memperluas penjualan dashi nabati tersebut ke berbagai restoran di kawasan wisata dan hotel di wilayah metropolitan Tokyo. Produk ini juga mulai digunakan di restoran lama di Gunung Koya, Prefektur Wakayama, yang menyajikan shojin ryori atau masakan vegetarian Buddhis.
Di restoran tersebut, MIRA-Dashi dipadukan dengan cairan wijen yang diperas untuk membuat sup ramen. Selain itu, saus celup rasa bonito berbasis dashi nabati juga telah didistribusikan di wilayah Kansai.
Fuji Oil turut bekerja sama dengan Pemerintah Kota Izumisano sejak Desember lalu. Melalui kerja sama itu, perusahaan menyediakan dashi secara gratis kepada pelaku usaha lokal untuk mengembangkan berbagai resep makanan.
Asosiasi Halal Jepang menyebut restoran yang melayani kebutuhan umat Muslim di Jepang masih terkonsentrasi di Tokyo, Osaka, dan sejumlah wilayah dengan komunitas Muslim cukup besar.
Namun, permintaan makanan halal di berbagai daerah Jepang terus meningkat. Kondisi ini terjadi seiring bertambahnya wisatawan asing, termasuk setelah penyelenggaraan Pameran Dunia di Osaka tahun lalu.
"Produk ini menjawab kebutuhan diet yang semakin beragam, dan tanggapan dari luar negeri sangat positif," kata Kepala Departemen Bahan Rasa Fuji Oil, Tsutomu Saito.
Wali Kota Izumisano, Hiroyasu Chiyomatsu, juga menyambut positif pengembangan produk tersebut. Kota Izumisano berada di seberang teluk dari Bandara Internasional Kansai, salah satu pintu masuk utama wisatawan asing ke Jepang.
Ia menyatakan antusiasme untuk membangun lingkungan pangan yang lebih inklusif dan memperkuat kesiapan daerah dalam menyambut pengunjung internasional.
ANTARA









