JAKARTA –

BORNEONEWS, Surabaya – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong PT Terminal Petikemas Surabaya atau TPS memperkuat pengembangan layanan logistik multimoda internasional dan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, mengatakan penguatan layanan logistik multimoda penting untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional.

"Pengembangan layanan logistik multimoda merupakan langkah untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global," kata Yuli dalam keterangannya di Surabaya, Minggu, 5 Juli 2026.

Dorongan tersebut disampaikan saat Kemenko Perekonomian melakukan kunjungan ke PT TPS. Pemerintah ingin mengevaluasi perkembangan layanan integrasi logistik untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui peningkatan konektivitas antarmoda dan efisiensi rantai pasok.

Evaluasi dilakukan dengan meninjau konektivitas jalur kereta api menuju kawasan pelabuhan, termasuk sarana dan prasarana pendukung layanan logistik antarmoda.

Peninjauan itu bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional dalam mendukung layanan multimoda yang menghubungkan pusat-pusat logistik di Pulau Jawa dengan jaringan pelayaran internasional.

Menurut Yuli, langkah tersebut penting karena pemerintah tengah mendorong terbentuknya ekosistem logistik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Ia menyebut integrasi layanan kereta api dengan pelabuhan dan jaringan pelayaran internasional menjadi solusi konkret untuk mempercepat arus barang, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

TPS menjadi salah satu simpul utama dalam layanan logistik multimoda internasional pada koridor Jakarta-Semarang-Surabaya. Koridor ini mengintegrasikan moda kereta api dan kapal laut.

Layanan tersebut menghubungkan Stasiun Jakarta Gudang, Semarang Tawang, dan Surabaya Benteng dengan terminal petikemas utama di Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.

Dengan integrasi itu, pengiriman barang ekspor dan impor diharapkan dapat berjalan lebih efisien, terhubung, dan berkelanjutan.

"Peran TPS sangat strategis sebagai titik konsolidasi kargo ekspor maupun distribusi kargo impor yang menghubungkan kawasan industri dan pusat distribusi dengan jaringan pelayaran internasional," ujar Yuli.

Selain layanan multimoda, Kemenko Perekonomian juga mendorong peningkatan kapasitas transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak. Upaya ini diharapkan mampu mengonsolidasikan arus petikemas domestik dan internasional di dalam negeri.

Peningkatan transhipment juga dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pelabuhan serta memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan dan pelayaran global.

"Ini akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan usaha dan investasi di sektor logistik," kata Yuli.

Sementara itu, Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan layanan multimoda internasional dan transhipment melalui penguatan konektivitas antarmoda.

Menurut Wahyu, dukungan tersebut diwujudkan melalui tersedianya jalur rel kereta api logistik hingga ke area kerja terbatas TPS. Selain itu, TPS juga terus meningkatkan efisiensi operasional melalui peremajaan alat bongkar muat utama dan elektrifikasi.

"TPS akan terus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional dan hub logistik Indonesia bagian timur," ujarnya.

ANTARA