BORNEONEWS, Istanbul – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung komunisme saat menyampaikan pidato dalam peringatan Hari Kemerdekaan AS, Sabtu malam, 4 Juli 2026.
Dalam acara Salute to America yang juga menandai 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, Trump memuji negaranya sebagai rumah bagi kebebasan dan tanah yang menjunjung nilai-nilai kemerdekaan.
Trump beberapa kali menyampaikan kritik terhadap komunisme. Menurutnya, ideologi tersebut tidak sejalan dengan nilai dasar Amerika Serikat.
"Kita tidak ingin komunis ada di negara kita. Itu tidak pernah berhasil, dan tidak akan pernah berhasil," kata Trump.
Ia juga menyebut komunisme bertentangan dengan kebebasan serta hak konstitusional warga Amerika. Trump bahkan mengibaratkan komunisme sebagai kanker yang harus segera dihentikan.
“Rakyat Amerika tidak boleh lupa bahwa kita adalah bangsa yang bersejarah dan heroik dengan semangat heroik dan tujuan heroik di bumi kita yang indah ini,” ujar Trump.
Dalam pidatonya, Trump juga menekankan sejumlah kebebasan yang menurutnya menjadi ciri utama Amerika Serikat. Beberapa di antaranya yakni kebebasan berbicara, kebebasan beragama, persamaan di hadapan hukum, serta hak untuk memiliki dan membawa senjata.
Trump kemudian menyoroti Amandemen Kedua Konstitusi AS yang berkaitan dengan hak kepemilikan senjata. Ia menegaskan dirinya sangat membela hak tersebut selama masa jabatannya.
Meski tidak menyebut nama tokoh politik tertentu, pernyataan Trump soal komunisme dinilai berkaitan dengan dinamika politik di dalam negeri AS menjelang pemilihan paruh waktu pada November mendatang.
Selain isu komunisme, Trump juga menyinggung kondisi militer Amerika Serikat. Ia menggambarkan adanya perubahan besar dalam perekrutan anggota militer.
“Untuk masuk ke militer kita sekarang itu sulit. Dua tahun lalu, kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan, dan sekarang pekerjaan itu melimpah,” ujarnya.
Trump juga menyebut tindakan Amerika Serikat di luar negeri, termasuk terhadap Iran dan Venezuela, sebagai contoh kebangkitan kekuatan negaranya.
“Anda lihat Venezuela, Anda lihat Iran, kita memusnahkannya, memusnahkan militer mereka,” kata Trump.
Dalam kesempatan itu, Trump turut menyinggung pembangunan Terusan Panama. Ia menyebut kanal tersebut sebagai salah satu pencapaian teknik terbesar sepanjang sejarah dan mengaitkannya dengan pengorbanan rakyat Amerika.
Sepanjang pidatonya, Trump berulang kali menghubungkan patriotisme, kekuatan militer, dan kebangkitan ekonomi. Ia menyebut Amerika Serikat sedang memasuki era baru yang lebih kuat.
“Impian Amerika telah kembali, sangat kuat dan indah,” ucap Trump.
“Hari ini negara kita kembali menang, dan kita menang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tambahnya.
Pidato Trump kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kembang api besar-besaran dan konser.
Acara tersebut sempat tertunda lebih dari satu jam akibat cuaca buruk yang mengganggu rangkaian perayaan di Washington. Sejumlah kegiatan pada siang hari juga ditunda karena suhu tinggi, sementara angin kencang dan hujan membuat banyak warga mencari tempat berlindung sebelum upacara berlangsung.
ANTARA









