JAKARTA –

BORNEONEWS, Kairo – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan tidak akan ada normalisasi hubungan dengan Israel sebelum tercapai perdamaian yang adil bagi Palestina.

Pernyataan itu disampaikan Sisi saat berpidato dalam peresmian markas Komando Strategis Negara di Ibu Kota Administratif Baru Mesir, sebelah timur Kairo, Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Sisi, perdamaian yang adil harus mengarah pada pembentukan negara Palestina merdeka. Ia menilai stabilitas kawasan tidak mungkin terwujud selama pendudukan dan ketidakadilan terhadap rakyat Palestina masih berlangsung.

“Tidak akan ada perdamaian abadi, tidak ada stabilitas sejati, dan tidak ada normalisasi yang populer kecuali dengan perdamaian yang adil yang mengakhiri pendudukan, mengakhiri ketidakadilan dan agresi, memulihkan hak-hak pemilik yang sah, dan memberikan keamanan bagi semua,” kata Presiden Sisi.

Sisi menyebut perdamaian yang adil akan memberi kesempatan bagi masyarakat di kawasan tersebut untuk hidup dalam stabilitas dan kemakmuran. Karena itu, penyelesaian konflik harus memberikan jaminan hak dan keamanan bagi semua pihak.

Dalam pidato tersebut, Sisi juga menyerukan dukungan terhadap gencatan senjata di Gaza yang mulai berlaku pada Oktober 2025. Ia meminta semua pihak menjaga komitmen agar gencatan senjata tidak melemah.

Selain isu Palestina dan Gaza, Sisi turut menyinggung kerangka kesepakatan baru antara Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik kedua negara.

Ia mendesak agar tidak ada pihak yang berupaya menggagalkan gencatan senjata maupun kesepakatan damai yang telah dibangun.

Pernyataan Sisi kembali menegaskan posisi Mesir yang menempatkan kemerdekaan Palestina sebagai syarat penting bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan.

ANTARA