BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyebut penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola HNR Cup II 2026 menjadi bukti nyata bahwa kemajuan olahraga hanya dapat terwujud melalui semangat gotong royong dan kolaborasi berbagai pihak.
"Dukungan tersebut membuktikan bahwa memajukan olahraga memerlukan semangat gotong royong dan kolaborasi dari berbagai pihak. Semoga dukungan ini menjadi amal kebaikan dan memberikan manfaat bagi kemajuan Kabupaten Kotim," kata Halikinnor, Minggu, 5 Juli 2026.
Hal itu ia sampaikan saat menutup HNR Cup II di Stadion 29 Nopember Sampit. Penutupan turnamen tersebut berlangsung meriah dan disaksikan ribuan penonton yang memadati Stadion 29 Nopember Sampit.
Halikinnor mengucapkan terima kasih kepada panitia, sponsor, donatur, perangkat pertandingan, tenaga keamanan, tenaga medis, hingga para suporter yang telah berkontribusi menyukseskan turnamen selama 35 hari.
Menurutnya, keberhasilan HNR Cup II bukan hanya terlihat dari pertandingan di lapangan, tetapi juga dari kebersamaan yang tercipta antara pemain, suporter, panitia, dan masyarakat.
Ia menilai tema sepak bola adalah romantisme cinta yang paling nyata benar-benar tercermin sepanjang pelaksanaan turnamen.
"Stadion 29 Nopember menjadi ruang kebersamaan, hiburan rakyat, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kreatif," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan donatur yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga turnamen dapat berlangsung sukses.
Menurut Halikinnor, suksesnya sebuah kompetisi olahraga tidak hanya ditentukan oleh para pemain, tetapi juga oleh semua pihak yang bekerja di balik layar, mulai dari wasit, perangkat pertandingan, petugas keamanan hingga tenaga kesehatan yang menjaga jalannya pertandingan tetap aman dan sportif.
Pada partai final, Bhayangkara FC Mentaya berhasil keluar sebagai juara usai mengalahkan Tegar FC A dengan skor 2-0 hingga peluit bapak kedua ditiup.
Ia juga mengucapkan selamat kepada tim juara dan meminta prestasi tersebut dijadikan motivasi untuk terus berkembang. Sementara bagi tim yang belum berhasil meraih gelar, ia berpesan agar tidak patah semangat. Karena kekalahan bukan akhir dari perjuangan, tetapi menjadi kesempatan untuk terus memperbaiki diri dan kembali lebih kuat pada kompetisi berikutnya.
"Semoga HNR Cup II menjadi wadah lahirnya pesepak bola muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kotim di tingkat regional, nasional, hingga internasional," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









