BORNEONEWS, Bandung – Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour sesi ke-8 di Prabuwangi Park Arcamanik Bandung, Minggu, 5 Juli 2026, menjadi ajang nostalgia bagi Slank. Kota Bandung memiliki tempat khusus dalam perjalanan formasi ke-14 band tersebut.
Slank yang kini digawangi Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho, dan Abdee memiliki ikatan emosional kuat dengan Kota Kembang. Sebab, Bandung menjadi salah satu panggung penting saat formasi ini mulai tampil bersama pada 1997.
Gitaris Slank, Ridho, mengenang momen ketika formasi tersebut pertama kali tampil di Sasana Budaya Ganesha atau Sabuga Bandung.
"Saat itu di Sabuga tahun 1997, formasi Slank yang saat ini pertama kali manggung ya di Bandung. Inget banget, saat itu ngecat-ngecat rambut sama Ivan," kata Ridho dalam konferensi pers sebelum naik panggung.
Vokalis Slank, Kaka, juga mengingat momen tersebut sebagai salah satu ujian penting bagi personel baru Slank saat itu. Menurutnya, Ridho harus menyiapkan banyak lagu dalam waktu singkat untuk tampil bersama Slank di Bandung.
"Saat itu Ridho langsung dapat PR mengulik 30 lagu untuk manggung di Bandung," ujar Kaka.
Konser di Bandung tidak hanya menjadi ruang nostalgia bagi Slank dan para Slankers. Penyelenggaraan tur ini juga melibatkan sejumlah musisi lokal dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi kreatif di daerah.
Pada sesi ke-8 ini, Bandung menjadi kota dengan jumlah penampil terbanyak dibanding tujuh kota sebelumnya. Sebanyak sembilan grup musik tampil dalam konser tersebut.
Tiga grup lokal Bandung turut mendapat panggung khusus, yakni DT09, Stand Here Alone atau SHA, dan Preman Disko.
Manajer DT09, Reza, menyebut kesempatan tampil dalam konser tersebut sangat berarti bagi musisi lokal yang tumbuh dari komunitas akar rumput.
"Kami grup musik yang juga lahir dari grassroot, lahir dari tribun Persib Bandung, bobotoh," kata Reza.
Pendiri sekaligus vokalis Stand Here Alone, Mbenk, juga mengaku bangga dapat berbagi panggung dengan Slank. Ia menyebut dirinya merupakan Slankers sejak era album PLUR pada 2004.
"Jadi SHA ini tetap ada alur darahnya Slank, saya tidak akan pernah melewatkan momen ini," ujar pria bernama asli Taufik Andryyansyah tersebut.
Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, mengatakan Bandung dipilih sebagai salah satu titik penting tur karena memiliki potensi besar dalam penyelenggaraan konser dan pergerakan ekonomi kreatif.
"Ini membuat Bandung jadi salah satu pasar paling seksi," ucap Tessa.
Selain Slank, konser tersebut juga menghadirkan Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, dan Mahalara.
Kehadiran banyak musisi dalam satu panggung membuat konser ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah kolaborasi antara musisi nasional dan lokal. Ajang tersebut diharapkan memberi dampak positif bagi industri kreatif, pelaku usaha kecil, dan komunitas musik di Bandung.
ANTARA









