BORNEONEWS, Pulang Pisau – Festival Seni Budaya bertajuk "Nusaphoria" menjadi salah satu daya tarik dalam pembukaan Handep Hapakat Fair yang digelar Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau di Stadion HM Sanusi, Minggu malam, 5 Juli 2026.
Festival yang diprakarsai Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Pulang Pisau itu secara resmi dibuka bersamaan dengan pembukaan Handep Hapakat Fair oleh Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i didampingi Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta dan unsur Forkopimda.
Kepala Disbudporapar Pulang Pisau, Andriani, mengatakan Festival Nusaphoria menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya dari berbagai paguyuban dan komunitas seni yang ada di Kabupaten Pulang Pisau.
"Festival Seni Budaya ini diisi oleh seni budaya Nusantara. Tidak hanya kesenian lokal Dayak, tetapi juga berbagai seni dan budaya Nusantara lainnya," kata Andriani.
Menurutnya, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan, mulai dari tari tradisional, lagu daerah, karungut hingga pertunjukan seni lainnya yang dibawakan para seniman dari berbagai paguyuban.
Peserta yang terlibat berasal dari sekitar 12 paguyuban dan organisasi, di antaranya Paguyuban Batak, Paguyuban Bali, Paguyuban Jawa, Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN), Dewan Kesenian Daerah, Dewan Adat Dayak (DAD), lembaga kedamangan, sanggar seni, Sekolah Budaya, serta komunitas seni lainnya.
Andriani menjelaskan tema Nusaphoria dipilih untuk menggambarkan semangat kegembiraan dalam merayakan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau melalui keberagaman budaya Nusantara.
"Temanya Nusantara, artinya kita merayakan kebersamaan dan kegembiraan dalam pesta ulang tahun Kabupaten Pulang Pisau yang ke-24," ujarnya.
Ia menambahkan, rangkaian Handep Hapakat Fair akan berlangsung selama sepekan dengan berbagai kegiatan setiap hari. Selain pertunjukan seni budaya pada malam hari, pengunjung juga akan disuguhi berbagai perlombaan pada siang hari.
Sejumlah lomba yang telah disiapkan di antaranya lomba menyipet, balogo, habayang, lomba lagu daerah Dayak, serta berbagai perlombaan budaya dan hiburan lainnya yang melibatkan masyarakat.
Melalui Festival Nusaphoria, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi daya tarik dalam memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. (RETHA/j)









