JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Novak Djokovic kembali mencatat sejarah di Wimbledon 2026. Petenis asal Serbia itu melaju ke babak perempat final sekaligus melewati rekor Roger Federer sebagai petenis putra dengan kemenangan terbanyak di turnamen Grand Slam lapangan rumput tersebut.

Djokovic memastikan tiket perempat final setelah mengalahkan petenis kualifikasi asal Rusia, Roman Safiullin, pada babak keempat di All England Club, Minggu, 5 Juli 2026.

Petenis berusia 39 tahun itu menang melalui pertarungan empat set dengan skor 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-106 Djokovic di Wimbledon.

Catatan itu membuat Djokovic melewati rekor Federer yang sebelumnya mengoleksi 105 kemenangan di Wimbledon. Secara keseluruhan, hanya legenda tenis putri Martina Navratilova yang masih memiliki jumlah kemenangan lebih banyak di turnamen tersebut, yakni 120 kemenangan.

"Ini kemenangan yang diraih dengan perjuangan keras. Roman memulai pertandingan dengan sangat baik dan bermain sangat agresif," kata Djokovic seusai pertandingan, dikutip dari ATP.

Djokovic mengakui tidak merasa sepenuhnya nyaman menghadapi permainan Safiullin dari baseline. Menurutnya, lawan bermain solid dan mampu memberi tekanan dalam reli panjang.

"Saya tidak merasa terlalu nyaman dari baseline. Saya tahu akan sulit bertahan dalam reli panjang melawannya. Dia pemain yang sangat solid dan pantas bangga dengan penampilannya hari ini," ujarnya.

Safiullin memberikan perlawanan sengit dalam pertandingan yang berlangsung selama tiga jam 26 menit. Meski datang ke Wimbledon tanpa kemenangan di level tur sepanjang musim 2026, ia mampu membuat Djokovic bekerja keras.

Pada set pertama, Safiullin sempat unggul 5-2 dan memiliki peluang merebut set. Namun, Djokovic mampu menyelamatkan dua set point sebelum memaksakan tie-break.

Djokovic akhirnya merebut set pembuka setelah memanfaatkan kesalahan Safiullin dalam reli backhand. Momentum itu membuatnya lebih percaya diri memasuki set kedua.

Pada set kedua, Djokovic meningkatkan intensitas permainan. Ia mendapatkan break penting pada gim keenam setelah melalui gim pengembalian servis yang berlangsung panjang.

Keunggulan dua set tidak membuat Safiullin menyerah. Petenis Rusia itu sempat meminta perawatan medis karena mengalami masalah pada pinggul saat set ketiga.

Setelah kembali ke lapangan, Safiullin justru tampil lebih baik dan merebut set ketiga. Hasil itu memperpanjang pertandingan serta membuat Djokovic harus kembali menaikkan fokus pada set keempat.

"Saya jarang merasa kalah dalam permainan dari baseline melawan banyak pemain. Hari ini adalah salah satu hari ketika saya tidak ingin terlalu lama berada dalam reli sehingga saya mencoba variasi permainan," ujar Djokovic.

"Ada yang berhasil, ada yang tidak. Pada akhirnya akurasi dan presisi servis pertama menjadi kunci saya keluar dari tekanan," tambahnya.

Memasuki set keempat, Djokovic tampil lebih agresif. Ia mampu mengendalikan permainan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 6-3.

Hasil ini membawa Djokovic ke perempat final Wimbledon untuk kesembilan kalinya secara beruntun. Secara total, ia telah mencapai perempat final Wimbledon sebanyak 17 kali sepanjang karier.

Pada babak perempat final, Djokovic akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime dan unggulan ke-22 Alejandro Davidovich Fokina.

Jika kembali meraih kemenangan, Djokovic berpeluang menghadapi petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan Jannik Sinner pada babak semifinal.

Sinner sebelumnya menghentikan langkah Djokovic pada semifinal Wimbledon tahun lalu. Karena itu, peluang pertemuan ulang keduanya akan menjadi salah satu laga yang paling dinanti apabila sama-sama mampu melewati babak berikutnya.

ANTARA