BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya, Sigit Widodo, mengingatkan pentingnya pembekalan bagi peserta didik baru menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS pada 13-17 Juli 2026.
Ia meminta sekolah, khususnya jenjang SMP, memasukkan materi tentang bahaya perundungan atau bullying, narkotika, obat-obatan terlarang, serta penggunaan media sosial secara bijak.
Menurut Sigit, MPLS tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga harus menjadi momentum membentuk karakter, kedisiplinan, dan kesadaran siswa terhadap berbagai persoalan yang dapat mengancam masa depan mereka.
"Materi tentang bahaya bullying, narkotika, obat-obatan terlarang, dan penggunaan media sosial harus menjadi perhatian dalam MPLS. Edukasi sejak dini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang baik dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif," ujar Sigit Widodo, Senin, 6 Juli 2026.
Sigit menilai kasus perundungan di lingkungan sekolah maupun penyalahgunaan media sosial dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental, prestasi belajar, dan perkembangan karakter peserta didik.
Karena itu, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh siswa.
"Bullying dalam bentuk apa pun tidak boleh ditoleransi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut atau tekanan dari siapa pun," katanya.
Selain itu, Sigit meminta guru dan orang tua bersama-sama mengawasi penggunaan media sosial oleh anak-anak.
Menurutnya, literasi digital perlu terus diperkuat agar pelajar mampu menggunakan teknologi secara positif. Dengan begitu, siswa tidak mudah terpengaruh konten negatif maupun pergaulan yang berisiko.
Sigit berharap MPLS menjadi awal yang baik bagi siswa baru untuk memahami nilai-nilai disiplin, saling menghormati, menjauhi narkoba, dan bijak dalam menggunakan media sosial.
"MPLS harus menjadi awal yang baik bagi siswa untuk memahami nilai-nilai disiplin, saling menghormati, menjauhi narkoba, serta bijak menggunakan media sosial. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, kita dapat menciptakan generasi muda yang berkarakter, sehat, dan berprestasi," tutupnya. (MARINI/j)









