BORNEONEWS, Palangka Raya – Rencana penerapan B50 sebagai bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbahan baku minyak sawit dan 50 persen minyak solar mulai menarik perhatian.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menilai pemerintah bersama pihak terkait perlu memberikan sosialisasi yang komprehensif agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai penggunaan B50.
"Program B50 tentu memiliki tujuan yang baik, termasuk mendukung energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, masyarakat juga perlu mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kualitas dan dampaknya terhadap kendaraan," ujar Hap, Senin 6 Juli 2026.
Ia mengatakan, berbagai pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa B50 telah melalui serangkaian pengujian sesuai standar sehingga aman digunakan pada kendaraan maupun alat berat yang direkomendasikan.
"Kualitas bahan bakar harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat ragu karena minimnya informasi. Hasil uji teknis dan kesiapan distribusi perlu disampaikan secara terbuka agar menumbuhkan kepercayaan publik," katanya.
Selain itu, Hap berharap penerapan B50 nantinya diikuti dengan pengawasan yang ketat terhadap kualitas produk yang beredar di pasaran. Menurutnya, distribusi yang baik akan menjadi faktor penting dalam menjaga performa bahan bakar hingga ke tangan konsumen.
"Kami mendukung setiap kebijakan yang bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional. Namun, pelaksanaannya harus dibarengi edukasi, pengawasan, dan jaminan mutu sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman menggunakan B50," tutupnya. (MARINI/y)









