PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperkuat peran mendukung program swasembada pangan sebagai prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, TNI, kelompok tani, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Kalteng.

“Swasembada pangan merupakan program prioritas nasional yang harus didukung bersama. Karena itu, Polda Kalimantan Tengah terus memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kalimantan Tengah,” ujar Kapolda, Senin, 6 Juli 2026.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani.

Bukti nyata dukungan tersebut terlihat dari capaian luar biasa panen jagung sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Polda Kalteng telah berhasil memanen lahan seluas 16.066 hektare dengan total produksi mencapai 72.478 ton.

Kegiatan ini melibatkan 242 kelompok tani binaan Polri yang beranggotakan sebanyak 2.687 petani.

“Capaian tersebut bukan sekadar angka produksi, tetapi menjadi bukti bahwa sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Iwan.

Selain hasil panen, pihaknya juga terus mendorong berbagai inovasi agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Berbagai terobosan telah dikembangkan, antara lain sistem tanam tumpang sari jagung di lahan sawit seluas 400 hektare, pengolahan limbah jagung menjadi pakan ternak tahan lama, pengembangan produk UMKM berbahan dasar jagung, hingga pembuatan pestisida fermentasi dan pupuk kompos Gawi Barinjam di Kabupaten Sukamara.

Tak hanya di sektor produksi, Polda Kalteng juga memperkuat akses ekonomi petani melalui kerja sama dengan Bank Himbara. Sebanyak 17 kelompok tani yang melibatkan 44 petani telah mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 957 juta.

"Pendampingan berkelanjutan terus dilakukan agar kemandirian petani dan swasembada pangan di Kalimantan Tengah dapat tercapai secara maksimal," pungkasnya. (PATHUR/Y)