BORNEONEWS, Nanga Bulik - Peternak sapi mengaku sangat mendukung program inseminasi buatan (IB) yang kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanakan).

Selain itu, peternak juga mengharapkan adanya bantuan mesin pencacah pakan yang dinilai pengaruh besar dalam program budidaya sapi, baik yang sifatnya pengembangan maupun penggemukan.

"Kami sangat mendukung program itu (IB) karena kalau mengandalkan sapi bunting alami itu biasanya sangat lama dan sering kali gagal," cetus Ato, peternak sapi, di RT 06, Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik, Minggu (8/21/2016).

Ia pun berharap program IB nantinya menggunakan vaksin kualitas unggulan, sehingga berlangsung sukses. Dengan begitu, peternak tidak merasa sia-sia dan waswas.

Selain kualitas vaksin, menurut Ato, hal lain yang juga menentukan kesuksesan program IB ialah kualitas pakan selama masa bunting. Sementara ini, kata dia, para peternak sapi banyak yang belum memiliki mesin pencacah pakan. Padahal mesin itu dapat memperbaiki kualitas pakan ternak.

"Kita berharap sekali ada bantuan mesin penggiling (pencacah pakan), karena sejauh ini kita gunakan pakan jenis rumput begitu saja (pakan manual), tanpa digiling. Sehingga kualitasnya kurang baik. Kalau ada mesin, jenis pakan juga kan bisa bervariasi," katanya.

Ato yang merupakan anggota dari Kelompok Ternak Sapi Agro Sejahtera turut meminta petugas Distanakan selalu memberikan pendampingan kepada peternak. Pasalnya, ujar dia, para peternak sering kali waswas jika melihat gejala sapi selama masa bunting.

"Biasanya itu kan ada saja masalah selama sapi bunting. Entah itu kurang gizi atau atau kurang vitamin. Makanya dokter hewan dan petugas dari dinas kami harapkan selalu melakukan pendampingan monitoring rutin, tidak hanya suntik IB dan ditinggalkan begitu saja," pintanya.

Seperti beritakan sebelumnya, Kepala Distanakan Lamandau Sunarto, menuturkan bahwa pada tahun ini pihaknya berencana kembali menggalakkan program IB. Program ini merupakan perwujudan dari upaya merealisasikan target swasembada daging di Kabupaten Lamamdau. (HENDI NURFALAH/B-3)