BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS memfasilitasi para pekebun swadaya binaannya untuk mengenal lebih dekat upaya konservasi orangutan Kalimantan melalui kunjungan edukatif ke Pulau Salat.
Perwakilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, Angga Sanggraha, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kepada pekebun agar memahami implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG secara menyeluruh.
"Kami ingin para pekebun melihat secara langsung bahwa praktik perkebunan berkelanjutan tidak hanya diterapkan di kebun, tetapi juga melalui kontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat," kata Angga dalam rilisnya kepada Borneonews pada Senin, 6 Juli 2026.
Dalam kunjungan itu, para pekebun memperoleh penjelasan mengenai proses rehabilitasi orangutan, tahapan pra-pelepasliaran hingga pengelolaan kawasan konservasi di Pulau Salat.
Mereka juga mengunjungi BUMDes Penyang Karuhey yang menjadi mitra SSMS dalam penyediaan pakan orangutan. Kunjungan tersebut memberikan gambaran bagaimana rantai pasok lokal dibangun untuk mendukung keberhasilan konservasi sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
"Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada lembaga konservasi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pekebun swadaya," tuturnya.
Ia berharap pengalaman lapangan tersebut semakin memperkuat komitmen para pekebun dalam menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan di sektor kelapa sawit sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









