BORNEONEWS, Puruk Cahu - Dinilai tidak beradab, oknum perangkat desa di Tumbang Salio Kecamatan Permata Intan Kabupaten Murung Raya berinisal RS dihujat netizen di medsos (media sosial). Hal itu merupakan buntut dari candaan oknum terkait peristiwa gugurnya tiga Anggota Satresnarkoba Polres Katingan dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei Kabupaten Katingan belum lama ini.
Dari pantauan dan tangkapan layar percakapan di whatsaap messenger, tampak oknum menuliskan sejumlah kalimat yang dinilai tidak pantas disaat kondisi duka cita masyarakat Kalteng dan jajaran Polri saat ini. Di salah satu unggahan foto peristiwa terkait, dirinya menyebut kalimat "Makanya jangan coba-coba".
Tidak berhenti disitu, oknum ASN tersebut malah menambahkan ujaran provokasi "semua meninggal kena timpaslah mereka 3 tu," yang disambung dengan kata "lemah". Sontak cuitan yang sempat beredar di medsos lain seperti Facebook dan Instagram tersebut mendapat respon negatif dan hujatan masyarakat umum. Sejumlah akun di media sosial melampiaskan kemarahan dengan menyebut oknum sebagai orang yang tidak beradab dan wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam proses hukum.
Akibat viralnya percakapan di tangkapan layar tersebut, sejumlah pihak khususnya Polsek Permata Intan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Hasilnya baru-baru ini oknum perangkat desa yang bekerja di Bagian Kasi Pelayanan Kantor Kecamatan Permata Intan tersebut meminta maaf kepada masyarakat melalui unggahan di laman Facebook. Bahkan, diduga setelah dilakukan test urine, SR disinyalir positif menggunakan narkoba.
Hingga saat ini belum ada pernyataan dari jajaran pemerintahan terkait soal sanksi disiplin terhadap yang bersangkutan. (Mg1/PPost)









